May 30, 2020 20:45 Asia/Jakarta
  • Perjuangan Palestina
    Perjuangan Palestina

Pendekatan agresi masif yang dilakukan rezim Zionis menyebabkan konflik antara Palestina dan Israel semakin berkobar, dan menyebabkan dua orang warga Palestina gugur dalam dua hari terakhir.

Tentara Israel menembak mati seorang pemuda Palestina di kota Quds hari Sabtu. Sehari sebelumnya, seorang pemuda Palestina ditembak mati oleh tentara Zionis di dekat kota Halamish di barat laut Ramallah. Pemicu utama meningkatnya eskalasi konflik adalah kelanjutan pendekatan agresi rezim Zionis  sebagai bagian dari implementasi plot rasis kesepakatan abad.

Pada 28 Januari 2020, Presiden AS Donald Trump secara resmi meluncurkan prakarsa rasis kesepakatan abad. Di bawah plot ini, hanya 15 persen dari geografi Palestina akan berada di tangan Palestina, dan hampir semua wilayah Palestina termasuk Tepi Barat akan diserahkan kepada rezim Zionis.

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Urusan Perang Israel, Benny Gantz sebelumnya telah setuju untuk menganeksasi sebagian daerah Tepi Barat dan menggabungkannya menjadi wilayah pendudukan mulai 1 Juli 2020.

Pada saat yang sama, para pemimpin Palestina telah menekankan bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi perjanjian keamanan yang dijalin dengan rezim Zionis, jika aneksasi Tepi Barat dijalankan. Dalam hal ini, Abdullah Abdullah, salah satu komandan gerakan Fatah hari Jumat (29/5/2020) mengatakan kerja sama antara Otoritas Palestina dan rezim Zionis dalam perang melawan virus corona di beberapa desa akan dihentikan, dan tidak ada lagi koordinasi antara kedua belah pihak, karena Israel melanggarnya.

 

Perlawanan pemuda Palestina

 

Gelombang protes Palestina terhadap keputusan rezim Zionis menganeksasi sebagian daerah Tepi Barat kian hari semakin meningkat. Rezim Zionis telah menggunakan protes ini untuk meningkatkan aksi kekerasan terhadap Palestina.

Dalam hal ini, tentara rezim Zionis hari Sabtu mengejar pemuda Palestina dan menembaknya hingga tewas. Padahal, pemuda Palestina ini tidak bersenjata, dan tentara Israel secara sengaja menembaknya.

Tentara Zionis juga menembak seorang pemuda Palestina di dekat kota Halamish di barat laut Ramallah. Tidak hanya itu, militer Zionis juga menggerebek rumah Sheikh Ekrima Sabri, Khatib Masjid Al-Aqsa dan mantan Mufti Agung Baitul Maqdis.

Rezim Zionis mengira gelombang aksi represif yang mereka lancarkan terhadap Palestina bisa meredam aksi protes. Tapi tampaknya mereka keliru, karena semakin ditekan, gelombang perlawanan Palestina akan semakin kuat melancarkan balasannya. Rangkaian aksi lalim Israel ini akan menyulut gelombang intifadah baru. (PH)

Tags

Komentar