May 31, 2020 11:52 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi tentara rezim Zionis.
    Ilustrasi tentara rezim Zionis.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan bahwa para pejabat rezim Zionis secara langsung memberikan perintah kepada tentaranya untuk membunuh orang-orang Palestina.

Kemenlu Palestina dalam sebuah pernyataan, Sabtu (30/5/2020) mereaksi pembunuhan pemuda Palestina dengan keterbelakangan mental oleh tentara Israel.

"Pembunuhan dua pemuda Palestina di Tepi Barat dan Quds menunjukkan penyebaran rasisme akut di tingkat pembuat keputusan dan pemerintah Zionis," tegasnya seperti dikutip oleh kantor berita Palestina (WAFA).

Kemenlu Palestina menambahkan, kejahatan ini membuktikan bahwa para tentara, polisi, dan pemukim Zionis secara langsung menerima perintah untuk menembak warga Palestina, seperti sasaran dalam latihan.

Pemerintah Palestina meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral dalam mendukung rakyat Palestina. Statemen tersebut juga meminta Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mengecam kejahatan Zionis.

Tentara Zionis pada Sabtu pagi, membunuh Iyad el-Hallak, pemuda Palestina dengan keterbelakangan mental di daerah Bab al-Asbat di Kota Tua al-Quds. Rezim Zionis mengakui telah membunuh pemuda dengan keterbelakangan mental dan akhirnya terbukti pemuda Palestina itu sama sekali tidak memiliki senjata. (RM)

Tags

Komentar