Jun 01, 2020 20:30 Asia/Jakarta
  • demonstrasi di Amerika
    demonstrasi di Amerika

Liputan aksi demonstrasi di Amerika Serikat oleh media-media Arab Saudi, dibuat sedemikian rupa sehingga seolah-olah media-media itu adalah milik pribadi Presiden Donald Trump.

Fars News (1/6/2020) melaporkan, tanpa perlu mencurahkan perhatian berlebih, kita akan langsung memahami bahwa media-media Saudi berusaha membersihkan nama pemerintah Amerika, dan menyalahkan para demonstran.
 
Menurut Fars News, berbeda saat meliput kerusuhan di Iran pada November 2019, media-media Saudi menayangkan update berita, dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk melancarkan perang psikologis terhadap Tehran.
 
Stasiun televisi Al Hadath sejak 24 jam lalu, mengunggah 17 cuitan di Twitternya terkait demonstrasi di Amerika, 13 di antaranya mengumumkan bahwa para demonstran adalah perusuh, dan faktor utama kekacauan di Amerika saat ini.
 
Di akun Twitternya Al Hadath menulis bahwa polisi Amerika tidak ingin menambah ketegangan. Hal ini dilakukan untuk menggiring opini pembaca sehingga menganggap demonstran sebagai pendukung kerusuhan dan kekacauan.
 
Stasiun televisi Al Arabiya sejak 24 jam lalu, 12 kali mengunggah cuitan tentang demonstrasi di Amerika di akun Twitternya. Dalam beberapa cuitannya mengutip sikap Trump, dan menyebut demonstran perusuh yang merusak dan membakar fasilitas publik.
 
Sementara itu surat kabar Al Sharq Al Awsat memuat laporan tentang demonstrasi di Amerika, dan menyebut para demonstran sebagai perampok, dan menulis, bentrokan di kota-kota Amerika terus berlanjut tanpa memperhatikan aturan jam malam. (HS)

Tags

Komentar