Jun 23, 2020 18:32 Asia/Jakarta
  • Anak Yaman korban serangan Koalisi Saudi
    Anak Yaman korban serangan Koalisi Saudi

Komisi Nasional Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) di Yaman meminta sekjen PBB meninjau ulang keputusannya mencoret nama Arab Saudi dari list hitam pelanggar hak anak dan mengajukan berkas pembantaian anak oleh Saudi di Yaman ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).

Seperti dilaporkan laman kantor berita Yaman Selasa (23/6/2020), Komisi UNESCO di Yaman seraya merilis statemen mengecam keputusan PBB mencoret nama Arab Saudi dari list hitam pelanggar hak anak menyatakan, keputusan ini sebuah kekalahan besar bagi PBB dan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

Statemen ini seraya mengisyaratkan bahwa akibat serangan koalisi Saudi ke Yaman, setiap menit satu anak Yaman meninggal dunia menambahkan, keputusan PBB sama halnya dengan mengampuni kejahatan negara-negara koalisi Saudi, merampas kemanusiaan dari anak-anak Yaman, memberi wewenang lebih besar untuk melakukan kejahatan kemanusiaan tanpa ada pembelaan, gagal mematuhi hukum internasional dan memperbolehkan penumpahan darah mereka oleh negara-negara arogan.

Komisi UNESCO di Yaman juga meminta organisasi dan lembaga internasional, regional dan lokal HAM berdiri di samping anak-anak Yaman dan melindungi hak-hak mereka serta berusaha menguak kejahatan pembantaian anak-anak negara ini oleh koalisi Arab dengan pandangan ilmiah serta membawa berkas kejahatan ini ke ICC.

Sekjen PBB Antonio Guterres 15 Juni 2020 di sebuah langkah kontroversialnya  mencoret nama koalisi Arab pimpinan Arab Saudi dari list hitam pembantaian anak  Yaman. (MF)

 

Tags