Jul 04, 2020 18:14 Asia/Jakarta
  • pesawat tempur Turki
    pesawat tempur Turki

Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai serangan pasukan Turki ke wilayah utara Irak dan langkah yang diambil Irak menghadapinya.

Selain itu, AS menyelundupkan 30 truk minyak Suriah ke Irak,  Hamas memastikan kegagalan aneksasi Tepi Barat, Lebanon tidak akan menjadi senjata AS untuk menekan Iran, puluhan diplomat AS meninggalkan Arab Saudi, Arab Saudi mengunakan bom cluster di Yaman danperwira senior STC bergabung dengan Ansarullah.

 

 Jet tempur Turkey

 

Jet Tempur Turki Bombardir Utara Irak

Jet-jet tempur Turki membombardir sejumlah daerah di provinsi Duhok, di wilayah utara Irak.

Jet-jet tempur Turki membom daerah sekitar gunung Linki empat kali hari ini (Jumat,3/7/2020), serta daerah Shiladazi di provinsi Duhok.

Dilaporkan, serangan ini tidak menimbulkan korban.

Sehari sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak Ahmed al-Sahaf mengatakan semua opsi ada di meja untuk menanggapi pelanggaran Turki terhadap kedaulatan Irak.

Sebelumnya, Irak telah dua kali memanggil duta besar Turki untuk Baghdad karena melanggar kedaulatan nasional Irak.

Pihak Turki mengklaim tentaranya sedang berusaha membersihkan area unsur-unsur Partai Pekerja Kurdistan Turki (PKK) dengan melakukan operasi militer di utara Irak.

 

Pasukan Irak

 

Antisipasi Serangan, Irak Tempatkan Pasukan di Perbatasan Turki

Pasukan angkatan darat Irak ditempatkan di garis perbatasan Turki untuk melindungi integritas teritorial dari serangan darat Turki.

Bersamaan dengan penempatan pasukan, serangan udara dan artileri Turki ke utara Irak, sumber media Irak mengabarkan penempatan pasukan darat negara itu di perbatasan Turki.

Stasiun televisi Sky News mengabarkan, tujuan penempatan pasukan Irak di perbatasan Turki untuk mencegah masuknya pasukan Turki ke wilayah Irak. Namun tidak disebutkan berapa jumlah pasukan Irak yang ditempatkan di perbatasan Turki itu.

Jet-jet tempur Turki, Jumat (3/7) membombardir dua wilayah pegunungan di Provinsi Duhok, utara Irak, tapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Sky News menambahkan, pasukan Turki sampai saat ini sudah mendirikan 24 pangkalan militer di wilayah pegunungan utara Irak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmed Al Sahaf kembali mendesak penghentian serangan militer Turki ke utara Irak, dan menganggapnya dilakukan sepihak tanpa koordinasi Baghdad.

Ia menegaskan, Irak mungkin saja akan menggunakan senjata ekonomi untuk menghentikan serangan Turki ke utara negara ini.

 

AS Selundupkan 30 Truk Minyak Suriah ke Irak

Kantor berita resmi Suriah mengabarkan, 30 truk pengangkut minyak milik Amerika Serikat menyelundupkan sejumlah banyak minyak Suriah ke Irak.

Kantor berita SANA, Rabu (1/7) malam mengabarkan pencurian dan penyelundupan minyak Suriah oleh Amerika ke Irak.

Mengutip saksi mata di lokasi kejadian, SANA menulis, sebuah konvoi puluhan truk pengangkut minyak pasukan Amerika, terlihat membawa minyak Suriah ke Irak.

Konvoi truk minyak Amerika yang dikawal sejumlah kendaraan militer Hummer itu bergerak ke Irak pada hari Senin (29/6).

Menurut keterangan saksi mata, bahan bakar curian yang diangkut truk-truk Amerika itu berasal dari wilayah Al Jazira, Suriah.

Pada 11 Juni 2020, pasukan Amerika juga kedapatan menyelundupkan 50 truk bahan bakar Suriah ke Irak melalui pintu perbatasan ilegal Al Walid.

 

Hamas

 

 

Hamas Pastikan Kegagalan Aneksasi Tepi Barat

Anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menekankan, bangsa Palestina akan menggagalkan konspirasi Israel untuk menganeksasi Tepi Barat.

Rafat Murrah, angogta senior Hamas Rabu (1/7/2020) menyatakan, saat ini adalah hari nasional bahwa bangsa Palestina untuk menekankan identitas Tepi Barat dan menunjukkan posisi muqawama saat ini.

Anggota senior Hamas ini menjelaskan, akan dibentuk puluhan aktivitas politik dan sipil baik di dalam maupun luar Palestina sehingga terbukti bahwa konsensus Palestina menolak rencana aneksasi.

"Persatuan nasional Palestina berdasarkan muqawama merupakan unsur terpenting dalam melawan konspirasi pejajahan Israel," papar Murrah.

Sementara itu, Khalid al-Batsh, anggota Biro Politik Jihad Islam Palestina juga menyatakan, keputusan Israel untuk menganeksasi Tepi Barat ke wilayah pendudukan sejatinya bukti kegagalan proyek perdamaian.

Rezim Zionis Israel hari ini Rabu (1/7/2020) berencana melaksanakan rencana aneksasi 30 persen wilayah Tepi Barat dan menurut berbagai prediksi rencana ini bakal ditangguhkan.

 

 

 

Lebanon Tak akan Jadi Senjata AS untuk Menekan Iran

Ketua Gerakan Al Mardah Lebanon, menekankan kembali dukungannya terhadap Hizbullah dan mengatakan, apa yang diinginkan Amerika Serikat adalah memiliki senjata saat berunding dengan Iran, namun hal ini tidak akan pernah terjadi.

Sleiman Franjieh yang juga mantan menteri kabinet Lebanon itu menuturkan, krisis Lebanon saat ini disebabkan sistem ekonomi, dan blokade ekonomi terhadap negara ini.

 Menurutnya blokade ekonomi diterapkan terhadap Lebanon, karena negara ini merupakan salah satu poros perlawanan.

 "Tekanan Amerika atas Lebanon hari ini dilakukan melalui Dana Moneter Internasional, IMF, dan kebijakan moneter telah membuat Lebanon runtuh, tapi beberapa pihak menyalahgunakan situasi ini untuk menekan Hizbullah, dan Suriah," paparnya.

 Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Mayadeen, Franjieh menjelaskan, apa yang tidak kami inginkan adalah perang saudara, dan kehancuran semua yang telah kami bangun, dan upaya menghindari perang saudara merupakan tanggung jawab semua pihak.

 Ia menegaskan, sebagaimana saya tidak bisa mengubah nama saya sendiri, saya juga tidak bisa mengubah sikap dan dukungan terhadap poros perlawanan, artinya saya tidak akan turun dari bahtera perlawanan.

 

Bendera Arab Saudi dan AS

 

Puluhan Diplomat AS Tinggalkan Arab Saudi

Media Amerika Serikat mengabarkan puluhan diplomat negara itu bersama keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi karena penyebaran wabah Virus Corona yang terus meluas.

Puluhan diplomat Amerika di Saudi bersama keluarga mereka, dalam beberapa hari ke depan bermaksud meninggalkan negara itu.

 Surat kabar The Wall Street Journal menulis, para diplomat Amerika di Saudi memutuskan untuk meninggalkan negara itu karena pandemi Covid-19 yang terus meluas.

Departemen Luar Negeri Amerika minggu lalu mengkonfirmasi kepulangan secara sukarela sejumlah pegawai Kedutaan Besar Amerika untuk Saudi yang bukan pegawai inti.

Sumber terpercaya kepada Wall Street Journal mengatakan, dalam beberapa minggu ke depan, kemungkinan diplomat Amerika yang akan meninggalkan Saudi, jumlahnya bertambah banyak.

Pada fase awal wabah Virus Corona, Saudi berhasil menekan perluasan Covid-19 secara signifikan karena menerapkan pembatasan ketat. Namun dengan alasan untuk memulihkan kembali denyut ekonominya yang terpuruk akibat penurunan harga minyak dunia, bulan lalu melonggarkan pembatasan.

Hingga hari Jumat (3/7/2020) di Saudi tercatat sekitar 200.000 orang tertular Covid-19, sementara dua bulan sebelumnya hanya sekitar 90.000 orang yang positif Corona di Saudi, dan korban tewas lebih dari 1.800 orang.

 

Serpihan blom cluster yang dipergunakan Arab Saudi di Yaman 

 

Arab Saudi Gunakan Bom Cluster di Yaman

Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman menyatakan jet tempur Arab Saudi menggunakan bom cluster atau bom curah berkekuatan ledak besar untuk menyerang Sanaa dan Saada, di wilayah utara Yaman.

Televisi Al-Mayadeen melaporkan, Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman hari Kamis (2/7/2020) mengatakan  seorang gadis dan wanita tua tewas dalam serangan terbaru jet tempur Arab Saudi di Sanaa dan Saada.

Serangan udara rezim Al Saud juga melukai sejumlah orang Yaman lainnya.

Jet-jet tempur Arab Saudi juga menghancurkan gudang peralatan medis di Rumah Sakit 48 di kota Sab'in, Sanaa, ibu kota Yaman.

Jet tempur Saudi melancarkan serangan ke provinsi Saada dan Sanaa sejak Rabu malam yang berlanjut hingga hari ini.

 

Pasukan Dewan Transisi Selatan Yaman

 

Ini Alasan Komandan Senior STC Gabung Ansarullah Yaman

Gerakan Ansarullah mengumumkan bergabungnya Brigadir Jenderal Abdul Malik Khamash al-Abid, komandan militer senior pasukan Dewan Transisi Selatan Yaman (STC) yang didukung UEA masuk dalam barisan milliter Yaman dan Ansarullah.

Perwira senior Yaman ini dalam wawancara dengan Al Jazeera mengungkapkan motifnya bergabung dengan kubu Sanaa, karena pasukan Uni Emirat Arab mengkhianati tentara Yaman.

Ia juga mengatakan, kelompok teroris al-Qaeda masuk dalam barisan pasukan Uni Emirat Arab di selatan Yaman.

Ratusan perwira pasukan Dewan Transisi Selatan Yaman sejauh ini meninggalkan pasukannya dan bergabung dengan barisan Ansarullah karena pengkhianatan pasukan Emirat yang menduduki pantai selatan negara Arab ini.(PH)

 

 

 

Tags

Komentar