Jul 04, 2020 18:51 Asia/Jakarta
  • Marja\' Besar Syiah Irak, Ayatullah Sayid Ali Sistani.
    Marja\' Besar Syiah Irak, Ayatullah Sayid Ali Sistani.

Surat kabar Arab Saudi, Asharq al-Awsat pada Jumat (3/7/2020) menerbitkan sebuah karikatur yang menghina Marja' Besar Irak, Ayatullah Sayid Ali Sistani. Tindakan media Saudi ini mengejar beberapa tujuan.

Pertama, penghinaan ini dilatari oleh kemarahan pemerintah Saudi terhadap Ayatullah Sistani, karena ia termasuk salah satu ulama besar yang selalu menekankan persatuan Irak dan mengeluarkan fatwa pembentukan pasukan relawan rakyat Hashd al-Shaabi untuk menumpas teroris takfiri.

Dalam hal ini, anggota parlemen Irak, Kazem al-Sayadi mengatakan, para teroris Saudi dan sabuk peledak mereka tidak mampu menciptakan perpecahan di tengah masyarakat Irak berkat fatwa Ayatullah Sistani yang telah mempertahankan kedaulatan dan kemuliaan Irak, sekarang media Asharq al-Awsat memilih menghina beliau.

Kedua, Arab Saudi mengikuti garis kebijakan Amerika Serikat dan bahkan menjadi pelaksana kebijakan-kebijakan Washington di kawasan. Dalam beberapa bulan terakhir, AS secara langsung menyerang pasukan Hashd al-Shaabi. Al Saud sekarang melancarkan serangan media terhadap pendiri Hashd al-Shaabi dan aksi ini bisa dianggap untuk mewakili AS.

Ketiga, penghinaan yang dilakukan Saudi ini telah melanggar garis merah rakyat Irak. Jelas bahwa Ayatullah Sistani adalah salah garis merah asli Irak dan ia sangat dihormati di kalangan rakyat, kelompok-kelompok politik, dan pemerintah Irak.  

Ketua koalisi al-Fatah di parlemen Irak, Hadi al-Amiri mengecam penghinaan yang dilakukan surat kabar Asharq al-Awsat, dan mengatakan rezim Saudi telah melangkahi garis merah dan nilai-nilai luhur bangsa Irak.

Dia mencatat bahwa karikatur itu menunjukkan niat rezim Saudi untuk melanjutkan skenario dan permusuhan terhadap semua orang yang berusaha mempertahankan persatuan Irak.

Keempat, penghinaan ini merupakan bagian dari kelanjutan intervensi Saudi dalam urusan internal Irak. Sebelum ini, pemerintah Baghdad mengusir Duta Besar Saudi Samer al-Sabhan dari Irak karena mencampuri urusan negara itu.

Saudi berniat menciptakan dua kubu politik di Irak. Media Saudi lewat karikaturnya berusaha mengadu-domba Ayatullah Sistani dengan pemerintah Baghdad dan mengesankannya sebagai penghalang bagi jalannya roda pemerintahan.

Riyadh juga ingin memperkeruh konflik sektarian di Irak. Salah satu kendala politik di Irak adalah pendekatan sektarian yang berlaku di negara itu. Celah ini kemudian dimanfaatkan oleh negara lain untuk melakukan intervensi di Irak.

Anggota parlemen Irak, Muhammad al-Ghaban menuturkan, karikatur yang menghina otoritas keagamaan dan simbol Syiah yang diterbitkan media Saudi Asharq al-Awsat, merupakan kelanjutan dari pendekatan sektarian media-media Arab Saudi.

Dengan aksi itu, Riyadh juga ingin menunjukkan dukungannya terhadap pihak-pihak yang telah menyerang markas Kata'ib Hizbullah di Baghdad dalam beberapa hari lalu.

Pasukan anti-terorisme Irak pada 26 Juni lalu menyerang markas Kata'ib Hizbullah Irak. Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi kemudian menyampaikan permintaan maaf dan membebaskan orang-orang yang ditangkap. (RM)

Tags

Komentar