Aug 05, 2020 18:12 Asia/Jakarta
  • Ziad Nasr Al Din
    Ziad Nasr Al Din

Seorang pakar ekonomi Lebanon mengatakan, pelabuhan Beirut adalah rival tangguh bagi pelabuhan Haifa di wilayah pendudukan, oleh karena itu, rezim Zionis Israel diuntungkan dari ledakan hebat di Beirut hari Selasa (4/8/2020) kemarin.

Fars News (5/8) melaporkan, Ziad Nasr Al Din menuturkan, sejak berdirinya Lebanon, ledakan Beirut adalah bencana terbesar yang pernah terjadi di negara ini.
 
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Mayadeen, Ziad Nasr Al Din menjelaskan, pelabuhan Beirut adalah jantung Lebanon, dan karena posisi geografisnya, ia memainkan peran penting dalam proyek Jalur Sutra.
 
Ia menambahkan, apa yang terjadi kemarin adalah pukulan besar terhadap ekonomi, dan sosial yang mungkin terjadi pada sebuah negara.
 
Menurut Nasr Al Din, biaya rekonstruksi pelabuhan Beirut ditaksir mencapai 500-800 juta dolar, sementara prediksi awal kerugian akibat ledakan itu adalah satu miliar dolar.
 
"Beberapa pakar ekonomi memperkirakan ledakan di pelabuhan Beirut adalah yang terbesar di dunia setelah bom atom Hiroshima," pungkasnya. (HS)

Tags

Komentar