Aug 06, 2020 01:37 Asia/Jakarta
  • Ledakan Beirut
    Ledakan Beirut

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman membantah pernyataan presiden AS yang mengklaim insiden Beirut sebagai aksi serangan.

Christopher Burger menolak klaim Donald Trump tentang ledakan mengerikan di Beirut, dengan mengatakan, "Pemerintah Jerman tidak memiliki informasi tentang penyebab insiden ini, dan tidak ingin berpartisipasi dalam spekulasi."

"Tim bantuan pertama Jerman, termasuk 47 penyelamat akan dikirim untuk mencari orang yang hilang dan membantu orang-orang yang terdampak akibat ledakan mengerikan di Beirut, dan juga memantau kondisi keselamatan warga Jerman dan menilai kerusakan bangunan milik negara ini di ibu kota Lebanon," tegasnya.

Salah satu bangunan kedutaan Jerman dan Goethe Institute rusak dalam insiden ledakan Beirut.

Kedutaan Jerman terletak lima kilometer dari ledakan mengerikan di Beirut, dan setidaknya empat staf kedutaan dilaporkan terluka yang dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya Presiden Amerika Donald Trump dalam jumpa pers hari Selasa (4/8) mengklaim ledakan ini disebabkan oleh sebuah serangan mengerikan.

Tapi pernyataan Trump segera dibantah pejabat Pentagon kepada CNN yang menjelaskan, kami tidak tahu apa yang dibicarakan Trump.

Salah satu dari pejabat Dephan Amerika itu mengatakan, jika ditemukan bukti bahwa ledakan ini adalah serangan militer, pasti Amerika langsung menerapkan protokol keselamatan untuk melindungi pegawai, dan tentarannya di kawasan, tapi tidak ada perintah apapun sehubungan dengan hal ini.

Ledakan dasyat hari Selasa (4/8) sore yang mengguncang Beirut menyebabkan 135 orang meninggal dunia, dan lebih dari 5000 lainnya terluka. (PH)

.

Tags

Komentar