Aug 10, 2020 22:58 Asia/Jakarta
  • Benny Gantz
    Benny Gantz

Menteri Perang rezim Zionis Israel mengatakan, mempertahankan tekanan terhadap Iran, dan perpanjangan embargo senjata negara ini harus menjadi prioritas negara-negara dunia.

Fars News (10/8/2020) melaporkan, di saat dirinya menjadi tertuduh utama pelaku ledakan hebat di Beirut baru-baru ini, Israel berusaha melemparkan tuduhan kepada poros perlawanan.
 
Seperti dikutip Jerusalem Post, Menteri Perang Israel Benny Gantz, Senin (10/8) mengklaim, Hizbullah adalah masalah terbesar yang dihadapi Lebanon.
 
Tanpa menunjukkan bukti apapun, Gantz menuduh Hizbullah menyimpan senjata, dan amunisinya di pemukiman penduduk Lebanon, dan ledakan Beirut bisa jadi lebih hebat serta lebih berbahaya.
 
Di sisi lain Sekjen Hizbullah hari Jumat (7/8) secara implisit menyebut pemerintah terdahulu dan sekarang Lebanon bertanggung jawab atas ledakan Beirut, dan menegaskan bahwa bahan peledak di gudang pelabuhan Beirut bukan milik Hizbullah, dan kelompok ini bahkan tidak memiliki sebutir peluru sekalipun di gudang pelabuhan Lebanon.
 
Kepada stasiun televisi Kan News, Menteri Perang Israel mengatakan, kami berhadapan dengan musuh-musuh yang sengaja menyimpan senjatanya di lingkungan dan pemukiman penduduk.
 
Pada hari Kamis (6/8) Gantz memerintahkan pasukannya untuk membombardir infrastruktur Lebanon, jika Hizbullah membalas serangan Israel, dengan melukai tentara rezim itu atau pemukim Zionis. (HS)

Tags

Komentar