Aug 14, 2020 15:42 Asia/Jakarta

Uni Emirat Arab, Zionis Israel, dan Amerika Serikat dalam pernyataan bersama mengumumkan bahwa UEA dan Israel telah setuju untuk menormalkan hubungan.

Kesepakatan ini harus dilihat dari beberapa perspektif.

Perspektif pertama adalah dimensi waktu kesepakatan. UEA bukanlah negara Arab pertama yang setuju menormalisasi hubungan dengan Zionis Israel, tetapi sebelumnya Mesir berdamai dengan rezim Zionis dalam bentuk Camp David pada 1978 dan Yordania dalam Perjanjian Wadi Araba 1994, serta duta besar Israel ada pada kedua negara ini. Mesir menandatangani perjanjian damai dengan rezim Zionis pada saat negara-negara Arab telah kalah empat kali berturut-turut dan tidak memiliki harapan lagi untuk melemahkan rezim Zionis.

Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan Benjamin Netanyahu

Faktanya, perdamaian Mesir adalah damai dari keputusasaan. Di satu sisi, "kekalahan" tentara Israel telah dibuktikan berkali-kali oleh kelompok perlawanan Lebanon dan Palestina, dan kesepakatan ini diumumkan pada peringatan kemenangan perlawanan atas rezim Zionis dalam perang 33 hari tahun 2006, dan di sisi lain, rezim Zionis kini berada dalam periode terburuk 72 tahun menjajah, dan daerah-daerah pendudukan menyaksikan protes setiap hari terhadap kabinet Netanyahu.

Perspektif kedua adalah apa yang didapatkan dengan perdamaian ini? Kesepakatan antara Camp David, Wadi Araba, atau kesepakatan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dengan rezim Zionis adalah sebagai imbalan atas pembebasan tanah. Dengan kata lain, sebagai imbalan atas perjanjian ini, bagian dari geografi yang diduduki oleh rezim Zionis dibebaskan, tetapi sekarang tidak sejengkal tanah pun dari wilayah pendudukan yang dibebaskan dan rencana untuk mencaplok Tepi Barat ke wilayah pendudukan belum ditinggalkan tetapi hanya ditangguhkan.

Dalam hal ini, Netanyahu secara transparan mengatakan, "Kami berkomitmen pada rencana aneksasi (Tepi Barat) dan kami tidak akan pernah mundur. Trump telah mengakui pemukiman Israel di Tepi Barat. Saya tidak menunda rencana apa pun, tetapi Trump menuntut agar itu ditunda." Bahkan Duta Besar AS untuk Palestina Pendudukan, David Friedman menegaskan bahwa rencana pencaplokan Tepi Barat belum dibatalkan tapi ditangguhkan. Mengingat keadaan ini, "Sayid Hadi Borhani", seorang pakar Palestina percaya bahwa kesepakatan UEA dengan rezim Zionis adalah "perdamaian tanpa imbalan."

Perspektif ketiga adalah bahwa perjanjian UEA dengan rezim Zionis didasarkan pada masalah yang lebih besar yang disebut "Kesepakatan Abad". Bertentangan dengan klaim yang dibuat oleh beberapa sumber Arab pada saat-saat pertama publikasi berita perjanjian ini, bukan saja Kesepakatan Abad tidak akan ditinggalkan setelah perjanjian ini, tetapi perjanjian itu sendiri adalah bagian dari plot rasis AS "Kesepakatan Abad". Normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan rezim Zionis adalah salah satu dimensi penting dari Kesepakatan Abad dan pada kenyataannya, merupakan "semangat kesepakatan abad".

Oleh karena itu, tindakan UEA tersebut menyebabkan negara-negara seperti Bahrain mengambil langkah untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis. Dalam wawancara dengan saluran TV Israel 11, sumber Israel mengatakan bahwa Bahrain akan menjadi negara Arab kedua yang mengumumkan normalisasi hubungan dengan "Israel" seperti UEA.

Benjamin Netanyahu, Donald Trump dan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan

Perspektif keempat, meskipun faktor "Palestina dan Arabisme" telah berkurang dalam politik luar negeri beberapa negara Arab, namun kesepakatan ini menunjukkan bahwa faktor ini telah benar-benar dihilangkan. Kesepakatan UEA dengan rezim Zionis terjadi pada saat kejahatan rezim Zionis terhadap Palestina telah meningkat secara signifikan setelah diresmikannya rencana rasis Kesepakatan Abad pada 28 Januari 2020 oleh Presiden AS Donald Trump.

UEA bukan hanya tidak mendukung Palestina melawan kejahatan rezim Zionis, tetapi juga, menurut "Saeb Erekat", Sekretaris Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, justru memberi penghargaan kepada rezim Zionis atas kejahatan ini.

Tags

Komentar