Sep 01, 2020 14:46 Asia/Jakarta

Tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam dua ledakan terpisah di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) dan pusat pariwisata, Dubai pada hari Senin, 31 Agustus 2020. Ledakan di Abu Dhabi terjadi di sekitar Jalan Rashid bin Saeed, tepatnya di restoran KFC dan Hardees yang berada di area tersebut.

Berdasarkan keterangan polisi dan media lokal, lokasi ledakan terletak tak jauh dari jalan utama menuju bandara, di mana para pembantu utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mendarat pada Senin malam, dalam perjalanan bersejarah dalam hubungan diplomatik antara UEA dan Israel.

Polisi mengatakan, insiden di Abu Dhabi juga menyebabkan beberapa luka ringan dan sedang, dan warga di gedung di sekitarnya dievakuasi. Namun menurut kantor media pemerintah Abu Dhabi, ledakan itu disebabkan oleh tabung gas.

UEA telah secara terbuka mengumumkan hubungan resminya dengan Israel pada Kamis, 13 Agustus 2020. Dalam pernyataan bersama Trump, Netanyahu, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed Al Nahyan, mengklaim bahwa normalisasi hubungan UEA dan Israel "diharapkan akan memajukan upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah."

Trump dalam tweetnya menyebut perjanjian untuk "normalisasi penuh hubungan" antara Israel dan UEA sebagai "terobosan diplomatik bersejarah." UEA dan Israel berencana untuk bertukar kedutaan dan duta besar. Dengan kesepakatan ini, UEA menjadi negara Arab ketiga yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania, masing-masing pada 1979 dan 1994. Hubungan resmi UEA dan Israel telah menuai kecaman luas di dunia Islam. (RA)

Tags