Sep 19, 2020 16:12 Asia/Jakarta
  • Khaled Al Batsh
    Khaled Al Batsh

Anggota senior gerakan Jihad Islam Palestina dalam wawancara dengan stasiun televisi Yaman, mengatakan keberadaan pangkalan militer rezim Zionis Israel di Yaman berarti dimulainya perang teruka dengan poros perlawanan, dan menegaskan berbagai bentuk perlawanan termasuk perlawanan bersenjata.

Fars News (19/9/2020) melaporkan, Khaled Al Bats dalam wawancara dengan Al Masirah menganggap Palestina sebagai masalah utama umat Islam dan menuturkan, normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan Israel, tidak mempengaruhi masalah ini.
 
Khaled Al Bats menambahkan, kami berada di antara dua front, front yang menyerah, dan front poros perlawnaan serta pendukung bangsa Palestina.
 
Menurutnya, kami tidak terkejut dengan apa yang telah terjadi, karena proyek damai Arab, telah mengakui secara resmi Israel, maka dari itu ini bukan barang baru, hanya antrian beberapa negara Arab untuk berdamai dengan Israel.
 
Ia menegaskan, jika Arab Saudi juga memutuskan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, maka ia berada dalam satu barisan dengan musuh-musuh Palestina.
 
Anggota Jihad Islam itu melanjutkan, negara-negara Arab semacam Bahrain, dan Uni Emirat Arab bekerja atau menandatangani kesepakatan atas perintah dan kepentingan Presiden Amerika Serikat.
 
"Siapapun yang berusaha menormalisasi hubungan dengan Israel, berarti telah meninggalkan Al Quds, kami menolak proyek perdamaian Arab, dan kami menganggapnya sebagai penandatanganan traktat Balfour Arab dengan Israel," pungkasnya. (HS)

Tags

Komentar