Sep 26, 2020 17:15 Asia/Jakarta
  • pasukan Yaman
    pasukan Yaman

Amerika Serikat setelah menabuh genderang dukungan atas warga sipil Yaman, kini mengaku mendukung perlawanan terhadap Ansarullah, sebagai dalih untuk masuk ke Yaman, dan menghentikan pergerakan pasukan Yaman di Marib.

Fars News (26/9/2020) melaporkan, operasi militer dan komite rakyat Yaman di Provinsi Marib yang berhasil memukul mundur pasukan koalisi Arab Saudi, membuat Amerika cemas.
 
Departemen Luar Negeri Amerika mengklaim serangan ke Marib harus segera dihentikan, dan menurutnya sekitar satu juta pengungsi ada di provinsi ini.
 
Selama ini belum pernah sekalipun Amerika menunjukkan kehawatiran atas pengungsi Yaman yang terlantar akibat serangan udara Saudi, dan Uni Emirat Arab, tapi baru-baru ini ketika pasukan Yaman mulai mendekati sumber minyak Marib, dan dua pangkalan militer strategis Saudi, Amerika mengaku cemas dengan pengungsi Yaman.
 
Koran Lebanon, Al Akhbar menulis, sumur-sumur minyak Marib berada dalam target serangan pasukan Yaman, artinya fondasi strategis operasi tekanan terhadap Ansarullah, akan terguncang, pasalnya salah satu alat terpenting untuk menekan Sanaa secara ekonomi, sudah hilang.
 
Menurut Al Akhbar, dengan kemajuan pasukan Yaman ini menjadi jelas bahwa Saudi sebagai proksi Amerika dalam perang Yaman, sudah sampai titik nadir. Secara praktis hal ini menunjukkan berakhirnya opsi militer sebagai alat untuk meraih tujuan dalam perang Yaman. (HS) 

Tags

Komentar