Sep 30, 2020 12:34 Asia/Jakarta

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu dalam pertemuan ke-75 Majelis Umum PBB kembali melemparkan tudingan palsu terhadap Iran dan Hizbullah Lebanon.

Netanyahu dalam statemennya yang disampaikan Selasa (29/9/2020) kembali mengulang klaim infaktual mengenai Iran dengan mengatakan, Iran melanggar pembatasan yang ditetapkan dalam JCPOA, dan selama beberapa bulan mendatang sudah memiliki kemampuan pengayaan uranium untuk membuat bom atom.

Klaim ini diusung PM rezim Zionis demi mendukung langkah AS yang berambisi mengaktifkan sanksi terhadap Iran.

"Ketika anggota Dewan Keamanan PBB masih berselisih mengenai implementasi sanksi terhadap Iran, tapi di kawasan, sejumah negara negara Arab dan Israel menuntut tindakan keras terhadap Iran," tutur Netanyahu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengirimkan surat kepada ketua Dewan Keamanan PBB dengan menuding Tehran melanggar JCPOA demi mengembalikan sanksi terhadap Iran.

Sehari setelah surat permohonan tersebut dilayangkan AS, Dewan Keamanan PBB memutuskan penolakan terhadap usulan Washington tersebut dengan suara mayoritas dari 13 anggota, yang terdiri empat anggota tetap dan 9 anggota tidak tetap.

Statemen Netanyahu di KTT ke-75 Majelis Umum PBB juga menuding Hizbullah Lebanon memiliki sebuah pabrik rudal dan memprovokasi  masyarakat sekitarnya supaya mengajukan protes terhadap kehadiran pabrik militer tersebut.(PH)

Tags

Komentar