Okt 04, 2020 14:11 Asia/Jakarta
  • Nabih Berri
    Nabih Berri

Ketua Parlemen Lebanon mengatakan, tolok ukur benarnya sebuah sikap adalah masalah Al Quds dan Palestina. Menurutnya, prioritas masalah Palestina di tengah bangsa-bangsa dunia tidak boleh berubah.

Fars News (4/10/2020) melaporkan, Nabih Berri kepada Al Mayadeen menuturkan, masalah Al Quds dan Palestina adalah tolok ukur untuk menentukan sikap yang benar.
 
Ia menambahkan, jika para pejabat memiliki urgensitas khusus mereka, maka rakyat juga punya prioritasnya sendiri yang tidak boleh diubah, dan prioritas ini adalah Palestina.
 
Menurut Berri, Lebanon berada di tengah lingkaran imbas berbahaya krisis Suriah, Irak, dan Yaman, dan negara-negara ini tetap terancam bahaya separatisme, dan kami juga tidak boleh tunduk pada ancaman yang sama.
 
Ketua Parlemen Lebanon menegaskan, Lebanon adalah sebuah negara yang berada di tengah Dunia Arab, dan paling dirugikan dari proses perdamaian dengan rezim Zionis Israel. (HS)

Tags

Komentar