Okt 24, 2020 22:01 Asia/Jakarta
  • Jens Stoltenberg
    Jens Stoltenberg

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO mengumumkan persetujuan dari anggota organisasi keamanan ini untuk memperluas misinya di Irak.

Jens Stoltenberg setelah pertemuan dua hari dengan para menteri pertahanan anggota NATO hari Jumat (23/10/2020) mengatakan bahwa NATO bertujuan untuk membantu membangun pasukan Irak yang mandiri dalam memerangi terorisme, dan mencegah kembalinya kelompok teroris Daesh serta menjaga stabilitas negara ini.

Stoltenberg juga menyampaikan keprihatinan mengenai peningkatan serangan terhadap pasukan internasional di Irak. Menurutnya, ruang lingkup misi NATO di Irak akan ditentukan pada pertemuan para menteri pertahanan negara anggota yan akan berlangsung pada Februari 2021.

Langkah NATO ini diambil tidak lama setelah AS berjanji akan mengurangi jumlah pasukannya dari Irak.

Penguatan kehadiran NATO terjadi ketika parlemen Irak Januari lalu menyerukan pengusiran pasukan asing menyusul pembunuhan Letjen  Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds IRGC, dan Abu Mahdi al-Mohandes, Wakil Kepala Al-Hashd Al-Shaabi di Baghdad. (PH)

Tags

Komentar