Okt 30, 2020 20:19 Asia/Jakarta
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Yaman Hassan Muhammad Zaid.
    Menteri Pemuda dan Olahraga Yaman Hassan Muhammad Zaid.

Kementerian Dalam Negeri Yaman mengumumkan bahwa agen mata-mata pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berada di balik pembunuhan Menteri Pemuda dan Olahraga Pemerintahan Keselamatan Nasional Yaman Hassan Muhammad Zaid.

Seperti dilaporkan televisi Sky News, media-media Yaman pada hari Selasa (27/10/2020) menyatakan, orang-orang bersenjata telah menyerang kendaraan yang membawa Hassan Zaid di Sana'a, ibu kota Yaman. Menpora Yaman ini meninggal dunia di rumah sakit karena luka parah yang dideritanya.

Juru bicara Kemendagri Yaman Brigadir Jenderal Abdul Khaliq al-Ajri pada hari Rabu (28/10/2020) mengatakan, salah satu pelaku serangan terluka dan berhasil ditangkap, namun pelaku lainnya tewas karena melawan pasukan keamanan.

Kemendagri Yaman dalam pernyataannya pada hari Kamis (29/10/2020) mengumumkan bahwa agen mata-mata pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berada di balik serangan teror terhadap Hassan Zaid.

Saleh Ali al-Sammad

Pemantauan perkembangan di Yaman menunjukkan bahwa Arab Saudi menggunakan cara-cara kotor seperti serangan teror dan pembunuhan terhadap pejabat Yaman sebagai metode terorganisir dan terencana dalam agresinya.

Arab Saudi beberapa waktu lalu juga mengumumkan daftar 40 anggota Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah dan menyatakan akan memberi hadiah kepada siapa saja yang memberikan informasi tentang mereka.

Menpora Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman Hassan Zaid, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai al-Haq Yaman, adalah termasuk di antara mereka yang terdaftar dalam target pembunuhan.

Arab Saudi menggunakan aksi teror sebagai metode perang. Penulis Arab Rashid al-Haddad percaya bahwa Arab Saudi menggunakan "strategi dompet" untuk membunuh para pemimpin dan pejabat Yaman. Berdasarkan strategi ini, agen mata-mata Arab Saudi menyewa beberapa orang dengan janji imbalan uang untuk melakukan operasi teror dan pembunuhan terhadap pejabat Yaman.

Alasan utama Arab Saudi membunuh para pejabat dan pemimpin Yaman adalah karena rezim Al Saud tidak mengharapkan perang dengan negara Arab terlemah dan termiskin di Asia Barat itu akan berlangsung sekitar enam tahun.

Arab Saudi alih-alih memenangkan perang di Yaman, tetapi justru menyaksikan pukulan keras dari militer Yaman dan pasukan sukarelawan negara ini. Oleh karena itu, rezim Al Saud berusaha memenangkan perang dengan cara melenyapkan para elit Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman dengan meneror mereka.

Sayid Ibrahim Badruddin al-Houthi,

Sebelumnya, Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman Saleh Ali al-Sammad dan saudara laki-laki Pemimpin Gerakan Ansarullah Yaman Sayid Ibrahim Badruddin al-Houthi, termasuk di antara tokoh-tokoh kunci yang dibunuh oleh Arab Saudi.

Juru bicara pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Turki al-Maliki di masa itu menegaskan bahwa Ibrahim Badruddin al-Houthi tewas dibunuh oleh agen pasukan koalisi, namun beberapa hari kemduian Koalisi Pimpinan Arab Saudi membantah keterlibatannya dalam pembunuhan saudara laki-laki Sayid Abdul-Malik Badruddin al-Houthi itu. Bantahan ini dinilai sebagai upaya mereka agar tidak menjadi target balasan dari militer Yaman dan pasukan sukarelawan negara ini.

Pembunuhan terhadap pejabat dan pemimpin Yaman oleh Arab Saudi adalah metode yang digunakan oleh rezim Zionis Israel terhadap kelompok-kelompok perlawanan Palestina dan Lebanon. Rezim Zionis meneror dan membunuh sejumlah pemimpin utama pejuang Palestina dan kelompok perlawanan Lebanon untuk melemahkan dan menghentikan perlawanan mereka.

Masalah lain dalam hal ini adalah kecepatan langkah dinas intelijen dan keamanan Yaman untuk mengidentifikasi pelaku pembunuhan Hassan Zaid. Hanya 24 jam setelah serangan teror tersebut, para pelaku berhasil diidentifikasi di Provinsi Dhamar Yaman. Tindakan cepat dan sukses untuk menangkap para pelaku merupakan pencapaian penting bagi Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman.

Dalam hal ini, Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman dan Panglima Angkatan Bersenjata Yaman Mahdi Al-Mashat memuji pencapaian luar biasa badan intelijen dan keamanan Yaman dalam mengidentifikasi para pelaku pembunuhan Hassan Zaid. Mahdi Al-Mashat menganggap keberhasilan tersebut sebagai sebuah kesukesesan penting. (RA)

Tags