Okt 31, 2020 12:21 Asia/Jakarta
  • Syeikh Naim Qassem.
    Syeikh Naim Qassem.

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, mengatakan sanksi AS terhadap Iran bertujuan untuk menceraikan hubungan negara itu dengan bangsa-bangsa di kawasan khususnya rakyat Palestina.

Syeikh Naim Qassem manyampaikan hal itu dalam pidatonya pada Konferensi Internasional Persatuan Islam di Tehran yang diselenggarakan secara virtual, seperti dikutip media al-Ahed, Lebanon, Jumat (30/10/2020).

"Sanksi AS adalah sebuah perang ekonomi dengan tujuan politik," ujarnya mengacu pada sanksi kejam Washington terhadap Tehran.

Syeikh Qassem menekankan bahwa sanksi terhadap Hizbullah juga bermaksud untuk mematahkan perlawanan, karena Hizbullah telah membuktikan kapasitasnya dalam perlawanan dan idependensi serta melawan sanksi.

Berbicara tentang kebebasan berekspresi yang diklaim Barat, wakil sekjen Hizbullah mengatakan kinerja Presiden Macron dan sistem yang berlaku di Prancis yang membenarkan penghinaan terhadap Rasulullah Saw, adalah tanda dari kelemahan keteladanan nilai Barat dan kembalinya mereka ke era kegelapan.

Mengenai normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan rezim Zionis, Syeikh Qassem menandaskan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan berikutnya Arab Saudi, merupakan bagian dari konspirasi internasional untuk menguasai negara-negara dan kekayaan mereka.

Dia menekankan persatuan di dunia Islam dan menyatakan bahwa persatuan telah mendekatkan para ulama Sunni dan Syiah.

"Dukungan mereka terhadap perjuangan Palestina juga menyebabkan panji Islam tetap berkibar," pungkasnya. (RM)

Tags

Komentar