Nov 14, 2020 20:30 Asia/Jakarta
  • Menhan Irak dan Iran
    Menhan Irak dan Iran

Situasi khusus kawasan, dan urgensi kerja sama seputar keamanan, dan perang melawan terorisme, termasuk di antara dasar hubungan Iran dan Irak dalam kerangka strategis.

Menteri Pertahanan Irak, Letjend Juma Inad Saadoun, Sabtu (14/11/2020) dalam lawatannya ke Iran yang dilakukan atas undangan resmi Menhan Iran, Brigjend Amir Hatami, selain bertemu dengan sejawatnya juga dengan beberapa pejabat tinggi Iran lain.

Dalam kunjungan Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi ke Iran, bulan Juli 2020 lalu, level kerja sama dua negara memasuki fase baru.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam paparannya saat bertemu dengan PM Irak di Tehran, 21 Juli 2020 mengatakan, apa yang sangat penting bagi Republik Islam Iran dalam hubungan bilateral adalah kepentingan, maslahat, kemuliaan, kekuatan regional, dan pemulihan kondisi di Irak.

Rahbar menilai teror Letjend Qassem Soleimani, dan Abu Mahdi Al Muhandis sebagai salah satu buah kehadiran Amerika dan ia mengingatkan, Republik Islam Iran berharap keputusan pemerintah, rakyat dan parlemen Irak untuk mengusir pasukan Amerika ditindaklanjuti, karena keberadaan mereka menyebabkan ketidakamanan.

Rakyat Irak, dan bangsa-bangsa kawasan lain memiliki pengalaman buruk, dan mengerikan soal kehadiran Amerika, dan intervensinya di kawasan.

Amerika sejak tahun 2001 sampai sekarang dengan dalih memerangi Al Qaeda yang tidak lain adalah kelompok teroris yang dibuatnya sendiri berdasarkan pengakuan Presiden Donald Trump, dan Hillary Clinton, menjerumuskan kawasan ke dalam instabilitas, dan terorisme yang dari rahimnya lahir Daesh, dan kelompok-kelompok teroris lain.

Salah seorang pengamat politik Iran, Hossein Ravivaran mengatakan, banyak kelompok politik Irak yang cukup berpengaruh. Bahwa Amerika menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok teroris, dan Daesh, saat mereka terkepung, Amerika membantunya, dan semua membuktikan bahwa Amerika tidak aktif dalam koalisi anti-Daesh, sebaliknya koalisi internasional itu dibentuk untuk membantu Daesh. Mereka adalah masalah asasi yang sangat sensitif bagi rakyat Irak.

Situasi terkini di kawasan menunjukkan bahwa Amerika dengan kehadiran militernya di kawasan bukan hanya tidak menciptakan keamanan, bahkan berusaha lebih banyak melakukan agresi.

Amerika dengan menekan sebagian negara Arab kawasan untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel, berusaha mengubah perimbangan kekuatan keamanan regional supaya menguntungkan Israel.

Dengan memperhatikan indikator ini bisa dikatakan bahwa hubungan Iran dan Irak memiliki urgensitas tinggi dari banyak sisi. Oleh karena itu peran Iran dalam memperkuat keamanan Irak, bukan saja bagi kedua negara, tapi juga bagi target regional PBB, sangat penting.

Situs Amerika, The Hill memprotes kebijakan pemerintah Amerika di Irak, dan menyebut Washington sebagai negara pelanggar komitmen. The Hill menulis, Iran dengan mendukung Irak membuktikan bahwa ia dalam segala situasi merupakan sekutu yang setia.

Dalam jangka panjang apa yang sangat penting dalam hubungan Irak dan Iran adalah menjaga kepentingan dua bangsa, dan melawan ancaman bersama. Dalam kerangka ini, kebijakan Iran didasarkan pada penguatan kerja sama pertahanan, dan keamanan di kawasan.

Berdasarkan model ini, menjaga keamanan kawasan merupakan sebuah masalah bersama yang harus dicapai melalui kerja sama negara-negara kawasan.

Dari sudut pandang ini, perundingan Menhan Iran dan Irak di Tehran, seputar kerja sama keamanan, dan militer yang merupakan bagian dari tujuan lawatan Menhan Irak ke Tehran, sangat penting dan strategis. (HS)

Tags