Nov 17, 2020 21:07 Asia/Jakarta
  • Dewan Ulama Senior Saudi
    Dewan Ulama Senior Saudi

Haiat Kibar Al Ulama Al Suudiyah atau Dewan Ulama Senior Arab Saudi mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, dan kelompok ini dianggap sama sekali tidak mencerminkan manhaj Islam.

Dewan Ulama Senior Saudi menuduh Ikhwanul Muslimin memicu perpecahan umat Islam, menyebarkan fitnah, melakukan kekerasan, dan aksi terorisme.

Pertanyaannya adalah apa alasan Dewan Ulama Senior Saudi mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris ?

Alasan paling penting karena Saudi memandang Ikhwanul Muslimin sebagai rival yang mengancam Saudi. Ikhwanul Muslimin adalah sebuah organisasi politik yang sudah cukup berakar, dan transnasional.

Meskipun Ikhwanul Muslimin dibentuk di Mesir, namun ia aktif di Saudi secara khusus, dan negara-negara Arab secara umum.

Pada saat yang sama, Ikhwanul Muslimin juga merupakan organisasi Arab yang memiliki ide, dan pemikiran sendiri. Al Saud yang banyak melakukan manuver atas kekuatan sektariannya, menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai saingan dalam hal pemikiran.

Strategi Saudi adalah tidak bersaing dengan rivalnya, tapi berusaha menghapus total rivalnya, dan Ikhwanul Muslimin merupakan salah satu rival Saudi yang dianggap Riyadh harus dihapus, dan dilemahkan.

 

Ikhwanul Muslimin

 

Pemerintah Saudi adalah pemerintahan pertama di dunia yang mendukung kudeta militer terhadap pemerintahan Ikhwanul Muslimin di Mesir pimpinan Muhammad Mursi pada tahun 2013, dan pada Maret 2014 memasukkan Ikhwanul Muslimin ke daftar organisasi teroris.

Kenyataannya, Al Saud akan menganggap semua gerakan politik atau mazhab yang berhadapan dengan posisi keagamaan, dan politik dirinya di Dunia Arab, sebagai ancaman.

Poin penting lain dalam hal ini adalah tindakan Dewan Ulama Senior Saudi yang mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, hal ini membuktikan hubungan erat para penguasa Al Saud dengan mufti-mufti Wahabi negara itu.

Mufti Saudi, Abdulaziz bin Abdullah Al Sheikh yang juga ketua Dewan Ulama Senior Saudi baru-baru ini mengatakan, Ikhwanul Musllimin adalah aliran menyimpang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam.

Statemen ini membuktikan bahwa Dewan Ulama Senior Saudi secara praktis adalah mufti-mufti negara yang melangkah dalam kerangka kebijakan rezim Al Saud, dan setiap hari mengalami penurunan independensi di struktur kekuasaan Saudi.

Masalah penting lain adalah dukungan rezim Zionis Israel terhadap langkah Dewan Ulama Senior Saudi yang mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai teroris.

 

Syeikh Ali Qaradaghi

 

Terkait hal ini, Sekjen Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, IUMS, Syeikh Ali Qaradgahi mengatakan, pernyataan Dewan Ulama Senior Saudi tidak membuat Dunia Arab, dan Islam gembira, tapi membuat senang Israel yang menjajah wilayah Arab, Muslim, Al Quds, dan Masjid Al Aqsa.

Dukungan Israel ini kembali menunjukkan hubungan rezim itu dengan Saudi. Pada saat yang sama langkah ini memperlihatkan keinginan Israel agar Saudi menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

Tidak diragukan jika rezim Al Saud tidak sepakat dengan kesepakatan damai Israel, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Sudan tidak mungkin menandatangani kesepakatan dengan Israel itu.

Tapi sampai sekarang Saudi tidak juga bersedia menandatanganinya karena memperhatikan dampak-dampak kesepakatan tersebut di Dunia Islam, dan sekarang Israel berusaha menyingkirkan keraguan Saudi dengan dukungan-dukungan semacam ini. (HS)

Tags