Nov 25, 2020 20:44 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan bahwa Riyadh mendukung normalisasi hubungan penuh dengan Israel. Pernyataan ini diungkapkan tak lama setelah kunjungan kontroversial Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo ke Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki.

Menurut Faisal, Arab Saudi mendukung "normalisasi penuh" hubungan dengan Israel asalkan satu-satunya prasyaratnya terpenuhi. Dia pada hari Sabtu, 21 November 2020 mengatakan, Riyadh mendukung normalisasi penuh dengan Israel, tetapi pertama-tama, perjanjian perdamaian permanen dan lengkap harus disetujui yang menjamin berdirinya Negara Palestina yang bermartabat.

Hal itu ia sampaikan dalam wawancara virtual di sela-sela KTT Pemimpin G20 yang diselenggarakan di Arab Saudi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah menandatangani kesepakatan normalisasi yang ditengahi AS dengan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan. Beberapa negara lain di dunia Arab juga diperkirakan akan mengikutinya.

Kesepakatan normalisasi, bagaimanapun, telah menarik kecaman luas dari Palestina yang ingin mendirikan negara merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki, dengan Yerusalem Timur (Al-Quds) sebagai ibu kotanya.

Rakyat Palestina menyatakan bahwa kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel telah mengabaikan hak mereka dan tidak melayani kepentingan Palestina. Mereka menyebut UEA, Bahrain, dan Sudan telah mengkhianati perjuangan rakyat Palestina.

Sebelumnya hingga tahun ini, Israel hanya memiliki hubungan formal dengan hanya dua negara Arab: Mesir dan Yordania yang dibangun berdasarkan kesepakatan damai yang dicapai beberapa dekade lalu. (RA)

Tags