Nov 26, 2020 16:53 Asia/Jakarta
  • Aramco, Jeddah
    Aramco, Jeddah

Seorang pejabat pemerintah penyelamatan nasional Yaman, Rabu (25/11/2020) malam mengatakan, jeritan Arab Saudi pasca serangan balasan rudal Yaman, ke fasilitas minyak Aramco, membuktikan efek operasi balasan militer negara ini.

Fars News (26/11/2020) mengutip TV Al Masirah melaporkan, Mohammed bin Abdul Salam yang merupakan kepala tim perunding pemerintah penyelamatan nasional Yaman, Rabu (25/11) malam mengatakan, jeritan Saudi pasca setiap balasan mengerikan dari militer Yaman, adalah sesuatu yang penting, dan bukti efektivitas tepat operasi pencegahan militer Yaman. 
 
Mohammed bin Salman menambahkan, selama agresi militer, dan blokade terhadap Yaman berlanjut, maka kami tidak akan berhenti melancarkan pembalasan.
 
Ia menjelaskan, masyarakat internasional harus menekan upaya penghentian agresi militer Saudi ke Yaman, dan blokade, pasalnya hak bangsa Yaman agar penderitaan mereka didengar.
 
Kementerian Energi Saudi, Senin (23/11) malam secara resmi mengonfirmasi kebakaran di salah satu fasilitas minyak negara ini di utara kota Jeddah.
 
Pengumuman ini disampaikan pasca Juru bicara militer Yaman, Brigjend Yahya Saree, Senin (23/11) dinihari mengabarkan unit rudal militer Yaman berhasil menembak stasiun distribusi minyak Aramco di Jeddah, Saudi menggunakan rudal balistik Quds-3. (HS)

Tags