Des 03, 2020 15:49 Asia/Jakarta
  • drone Hizbullah
    drone Hizbullah

Di akhir bulan Oktober 2020, di puncak kesiagaan militer rezim Zionis Israel, sebuah pesawat tanpa awak Hizbullah, Lebanon berhasil menembus, dan masuk wilayah udara Palestina pendudukan. Drone itu kemudian kembali ke Lebanon setelah melakukan pemotretan tanpa diketahui musuh.

Fars News (3/12/2020) melaporkan, surat kabar Lebanon, Al Akhbar, Kamis (3/12) menulis, pada 25 Oktober 2020, militer Israel menggelar manuver besar bersandi "Lethal Arrow" yang di dalamnya berisi latihan simulasi perang di beberapa front, khususnya front utara dekat perbatasan Lebanon, dan Suriah.
 
Salah satu tujuan utama Israel menggelar manuver militer besar yang turut diikuti armada helikopter, dan jet tempur itu adalah mengalahkan Hizbullah.
 
Menurut keterangan militer Israel, tujuan manuver militer Lethal Arrow adalah untuk mencegah masuknya segala jenis drone dengan berbagai bobot. Akan tetapi sebuah drone milik Hizbullah pada bulan yang sama berhasil masuk ke wilayah Al Jalil, di Palestina pendudukan, tanpa terdeteksi radar Israel, dan kembali ke Lebanon membawa informasi. (HS)

Tags