Des 31, 2020 19:01 Asia/Jakarta

Sejak pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan agresi militer ke Yaman pada Maret 2015, Republik Islam Iran memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada rakyat Yaman dan menentang agresi militer itu.

Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Letnan Jenderal Syahid Qassem Soleimani adalah tokoh kunci dalam hubungan antara Tehran dan Sana'a. Dia selalu menegaskan penolakan perang dan menekankan dukungannya kepada kedaulatan Yaman.

Para tokoh Yaman menilai Syahid Soleimani sebagai contoh dan teladan dalam menghadapi hegemoni global dan imperalisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat serta kekuatan-kekuatan arogan dunia.

Syahid Soleimani juga dianggap sebagai simbol revolusi yang menginspirasi bangsa-bangsa tertindas untuk menemukan kebebasan dan mencapai martabat dan kemuliaan serta keadilan.

Letjen Soleimani gugur syahid dalam serangan udara pasukan AS ketika tiba di bandara udara Baghdad, ibu kota Irak pada Jumat dini hari, 3 Januari 2020. Serangan udara tersebut dilancarkan atas perintah langsung dari Presiden AS Donald Trump. Letjen Soleimani berkunjung ke Irak atas undangan resmi dari pemerintah Baghdad.

Letjen Soleimani sangat populer karena peran kunci mereka dalam menumpas kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) yang disponsori AS di Irak dan Suriah. Syahid Soleimani sangat dicintai oleh masyarakat Iran dan bangsa-bangsa tertindas di negara-negara kawasan Asia Barat, terutama mereka yang sedang berjuang melawan imperalisme AS dan sekutunya di kawasan. (RA)

Tags