Jan 10, 2021 19:56 Asia/Jakarta
  • Hamas
    Hamas

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menilai dimulainya langkah perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) mengekspor produk Israel ke Tepi Barat sebagai sikap keras kepala menandatangani kesepakatan kompromi.

Menurut laporan media Palestina SAWA, Hazem Qasem menyebut langkah perusahaan Emirat untuk mengimpor produk Israel ke Tepi Barat telah membuat Zionis lebih banyak menetap di wilayah Palestina dan menerapkan kebijakan imigrasi Palestina.

Sejak pengumuman kesepakatan normalisasi hubungan, sejumlah perusahaan Israel dan Emirat menandatangani berbagai kesepakatan.

Sampai saat ini dengan represi Presiden AS Donald Trump untuk menormalisasi hubungan negara Arab dengan Israel, empat negara Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan dan Maroko secara resmi mencapai kesepakatan normalisasi penuh hubungan diplomati dengan Israel.

Normalisasi hubungan negara-negara ini dengan Israel menuai penentangan luas dari berbagai negara Islam. (MF)

 

Tags