Jan 14, 2021 17:32 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo hari Minggu, 10 Januari 2021 mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya telah memberi tahu Kongres tentang keputusan menempatkan Ansarullah dalam daftar organisasi teroris asing.

Tindakan AS tersebut memicu banyak kecaman dari berbagai kalangan di Yaman dari pejabat negara, kelompok, dan partai hingga rakyat negara Arab ini.

Mohammed Ali al-Houthi, anggota dewan politik gerakan rakyat Yaman, Ansarullah pada hari Senin (11/1/2021) menanggapi klaim Pompeo dan menyebut AS sebagai sumber terorisme global.

Dia menekankan bahwa kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump menunjukkan krisis pemikirannya.

"Apa yang dilakukan pemerintah AS menunjukkan tanda krisis pemikiran dan tindakan tercela," ujar Ali al-Houthi.

Dalam tweetnya pada hari Selasa, Ali al-Houthi juga menyebut terorisme sebagai alat AS untuk menyerang pihak yang menentangnya.

Dia mengecam tindakan AS terhadap Yaman dan mengatakan, ancaman dan kekerasan digunakan AS untuk meraih tujuan politiknya

Anggota dewan politik Ansarulah ini menuturkan, pemerintah AS menganggap Palestina sebagai teroris, sekaligus mendukung rezim penjajah Zionis.  

Pemerintah AS, lanjutnya, menempatkan kelompok Irak yang berperang melawan teroris Daesh (ISIS) dan Ansarullah Yaman yang  melawan agresi koalisi pimpinan Arab Saudi, sebagai teroris. Padahal, AS yang mendukung agresi tersebut telah terlibat dalam pembunuhan warga sipil dan anak-anak Yaman.

Di sisi lain, Persatuan Ulama Yaman mengecam tindakan AS yang menempatkan Ansarullah dalam daftar teroris, dan sebaliknya, mereka menyebut AS sebagai ancaman terbesar dan paling berbahaya bagi keamanan nasional negaranya.

Persatuan Ulama Yaman mengeluarkan pernyataan itu pada hari Selasa, dengan menekankan bahwa keputusan AS terhadap Ansarullah sebagai skandal politik lain bagi AS.

Pernyataan Menteri Luar Negeri AS Pompeo mengenai Ansarullah Yaman muncul ketika koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Emirat telah menargetkan infrastruktur Yaman selama hampir enam tahun, dan memaksakan blokade terhadap negara ini dari darat, laut dan udara.

Agresi militer pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang didukung AS juga telah merenggut nyawa ratusan ribu warga Yaman dan menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (RA)

Tags