Jan 16, 2021 19:39 Asia/Jakarta
  • Gerakan Hizbullah Lebanon.
    Gerakan Hizbullah Lebanon.

Hizbullah Lebanon mengecam langkah Uni Eropa menyanksi Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Meqdad, dan juga sanksi Amerika Serikat terhadap Astan Quds Razavi Iran.

Dikutip dari laman berita Alahed, Sabtu (16/1/2021), Hizbullah dalam sebuah statemen mengatakan, "Uni Eropa sendiri mendukung organisasi-organisasi teroris dan para teroris. Mereka lebih memilih menyanksi seorang menteri dari pemerintahan sah Suriah ketimbang berusaha untuk membuka saluran dialog dengan Damaskus demi mewujudkan keamanan dan stabilitas di kawasan."

Hizbullah Lebanon juga mengecam sanksi pemerintah AS terhadap Astan Quds Razavi Iran.

"Tingkat kegilaan dan kebencian Menteri Luar Negeri AS telah meningkat tajam karena masa jabatan presiden (Donald Trump) akan segera berakhir," kata pernyataan Hizbullah.

"Mengumumkan sanksi terhadap Astan Quds Razavi adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tindakan bodoh ini adalah penodaan terhadap Islam serta prinsip-prinsip agama. Langkah ini melampaui semua perbedaan politik dan merupakan pernyataan terbuka tentang permusuhan terhadap keyakinan agama," tegasnya.

Di bagian lain statemennya, Hizbullah Lebanon juga mengecam sanksi AS terhadap Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Fadak al-Mohammadawi.

"Kampanye ini adalah bagian dari upaya AS untuk menghukum Hashd al-Shaabi karena perannya dalam membela Irak dan memerangi kelompok teroris Daesh," tegas Hizbullah. (RM)

Tags