Jan 25, 2021 08:57 Asia/Jakarta

Sisa-sisa elemen Daesh (ISIS) menyerang markas al-Hashd al-Shaabi di provinsi Salah al-Din Irak pada Sabtu (23/01/2021) malam, yang menewaskan 11 anggota al-Hashd al-Shaabi dan melukai 8 lainnya.

Sementara itu, ledakan bom di dekat ibu kota Irak, Baghdad, menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai 110 lainnya Kamis (21/01/2021) lalu dan kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Poin pertama adalah bahwa ledakan di Baghdad dan bentrokan sisa-sisa elemen Daesh (ISIS) dengan al-Hashd al-Shaabi di Salah al-Din terjadi segera setelah Joe Biden berkuasa di Amerika Serikat. Peristiwa ini adalah semacam pesan kepada Amerika Serikat bahwa Irak sedang menghadapi kekosongan keamanan dan bahwa pasukan AS harus tetap berada di tanah Irak.

Daesh (ISIS) yang dibentuk AS

Parlemen Irak menyetujui rencana untuk menarik pasukan AS dari Irak pada 5 Januari tahun lalu, menyusul teror komandan perlawanan oleh pemerintah teroris AS. Meskipun satu tahun telah berlalu sejak rencana tersebut, hal itu paling banyak terlibat dalam perselisihan politik di Irak.

Beberapa kelompok politik dan kelompok perlawanan Irak telah menyerukan penarikan pasukan AS dari negara itu, tetapi beberapa kelompok dan tokoh politik, yang kebetulan juga berada di pemerintahan, telah menyerukan agar pasukan AS tetap berada di Irak. Tindakan yang sekarang diambil Daesh di Irak tampaknya merupakan upaya untuk menahan pasukan AS di Irak dan membungkam rencana parlemen.

Sehubungan dengan hal ini, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein mengatakan dalam pidatonya bahwa kami akan meminta pemerintah AS yang baru untuk melanjutkan pertemuan tentang pembicaraan strategis dan untuk memperkenalkan tim perunding baru tentang kehadiran pasukan AS.

Masalah lainnya adalah terdapat banyak bukti bahwa Amerika Serikat telah membawa ribuan anggota ISIS ke Irak dari Suriah untuk lebih memahami pentingnya mempertahankan pasukan AS dari sebelumnya.

"Kami telah memverifikasi informasi yang menunjukkan bahwa konvoi militer AS telah membawa 4.000 teroris ISIS ke Irak dari Suriah, dan pasukan Irak tidak akan diizinkan untuk memeriksa konvoi militer AS ini," kata pakar keamanan Irak Sabah al-Akili.

Tampaknya unsur-unsur yang memasuki Irak sekarang melakukan operasi bunuh diri dan bentrok dengan al-Hashd al-Shaabi.

Poin lain adalah bahwa setelah ledakan di Baghdad pada hari Kamis, fokus pemerintah, serta bagian dari pasukan keamanan Irak, adalah menjaga keamanan ibu kota Irak itu. Akibatnya, sisa-sisa ISIS memiliki kesempatan untuk menyerang al-Hashd al-Shaabi di bagian lain Irak.

Poin lain adalah bahwa meskipun kelompok teroris ISIS telah dihancurkan di Irak, gerakan baru-baru ini menunjukkan bahwa inti ISIS yang tidak aktif masih ada di Irak. Meskipun kemungkinan pembentukan ISIS kecil seperti pada tahun 2014, hubungan sisa-sisa ISIS dengan beberapa kelompok pembangkang, dukungan dari beberapa negara asing untuk sisa-sisa ISIS, serta ketidakstabilan politik yang berkelanjutan di Irak memberikan kondisi untuk "kebangkitan" gerakan ISIS di Irak.

Logo al-Hashd al-Shaabi

Poin terakhir adalah bentrokan pasukan al-Hashd al-Shaabi dan Daesh Sabtu malam sekali lagi membuktikan bahwa pasukan al-Hashd al-Shaabi, meski mendapat tekanan dari luar, terutama dari Amerika Serikat, tetap menjadi pelopor dalam menjaga keutuhan wilayah dan keamanan rakyat Irak.

Tags