Jan 26, 2021 08:55 Asia/Jakarta

Kedutaan Besar Zionis Israel di Abu Dhabi resmi dibuka hari Minggu (24/01/2021). Dewan Menteri UEA juga sepakat untuk membuka kedutaan besar mereka di Tel Aviv.

Dari bulan September hingga Desember 2020, empat negara Arab; UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Zionis Israel, di mana UEA adalah yang pertama dari empat negara Arab. Pada 15 September, UEA menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

Bendera UEA dan Zionis Israel

Sejak menjalin hubungan formal pada bulan September, mereka telah menjalin penerbangan langsung antara UEA dan Zionis Israel dan bertukar banyak delegasi perdagangan. Ribuan turis Israel juga mengunjungi UEA selama periode ini. Selain membuka kedutaan besarnya di Abu Dhabi, Israel sedang berupaya mendirikan konsulat di Dubai.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa UEA telah mempertimbangkan perluasan hubungan dengan Zionis Israel sebagai prioritas, dan secara bertahap menerapkan berbagai tujuannya dalam hal ini.

Meskipun "diplomasi pribadi" dari bekas pemerintahan AS yang dipimpin oleh Donald Trump efektif dalam memulai proses normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab, termasuk UEA, dengan rezim Zionis, tapi pemerintah Abu Dhabi dan Manama, tidak seperti pemerintah Maroko dan Sudan dengan berbagai alasan, siap untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Zionis Israel.

Meskipun UEA adalah mitra utama Arab Saudi dalam perang terhadap Yaman, Abu Dhabi juga secara terbuka dan diam-diam bersaing dengan Riyadh untuk mendapatkan pengaruh regional. Dengan menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis, UEA berusaha untuk keluar dari bayang-bayang Arab Saudi di satu sisi, dan membawa serta dukungan Zionis Israel dalam masalah-masalah di kawasan Asia Barat.

Ini terlepas dari kenyataan bahwa Zionis Israel menghadapi krisis internal yang parah, terutama dalam dua tahun terakhir. Orang-orang di wilayah Palestina Pendudukan telah melakukan protes selama lebih dari 31 minggu menuntut pemecatan Benjamin Netanyahu. Pada saat yang sama, karena perbedaan dan friksi politik, Zionis Israel harus mengadakan pemilihan parlemen Maret mendatang untuk keempat kalinya dalam dua tahun terakhir.

Persoalan lainnya adalah pada hari-hari pertama masa kepresidenan Joe Biden di Amerika Serikat, pemerintah UEA sepakat untuk membuka kedutaan besar Zionis Israel di Abu Dhabi dan juga membuka kedutaan di Tel Aviv. Berdasarkan hal itu, dapat dikatakan bahwa keputusan UEA dibuat untuk menarik dukungan dari pemerintahan baru AS yang dikepalai oleh Joe Biden, dan merupakan semacam pesan bahwa Abu Dhabi tidak khawatir tentang berakhirnya kekuasaan Donald Trump di AS.

Hal lain yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa UEA mempromosikan hubungan dengan Zionis Israel di bawah bayang-bayang penindasan internal dan intimidasi untuk setiap penolakan terhadap kebijakan ini. Meski UEA memiliki komposisi demografis yang heterogen, opini publik di UEA, seperti di negara-negara Arab lainnya, menentang normalisasi hubungan dengan Zionis Israel.

Menyusul penandatanganan perjanjian normalisasi, Kementerian Urusan Strategis Israel mengumumkan dalam sebuah laporan bahwa wacana Arab menunjukkan 90% dari negara-negara dunia Arab di jejaring sosial adalah anti-normalisasi hubungan dengan Israel.

Aksi protes normalisasi hubungan dengan Zionis Israel

Hamad al-Shamsi, seorang aktivis politik Emirat yang berbasis di Turki mengatakan siapa pun yang menentang normalisasi hubungan di UEA dapat menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan denda hingga satu juta dirham. Ia menambahkan bahwa pendukung normalisasi hubungan sedikit dan pemerintah UEA menggunakannya untuk mengkonfirmasi semua sikap luar negerinya.

Tags