Feb 13, 2021 15:04 Asia/Jakarta
  • Hamid Abdul Qadir Antar
    Hamid Abdul Qadir Antar

Penasihat perdana menteri Yaman mengatakan, penghentian perang membutuhkan langkah nyata dan praktis serta hal ini tidak akan terealisasi hanya dengan statemen petinggi Amerika Serikat.

Hamid Abdul Qadir Antar, Sabtu (13/2/2021) dini hari, saat diwawancarai IRNA  menuturkan, pengumuman penghentian bantuan AS kepada Arab Saudi dalam serangan ke Yaman belum cukup, dan jika Amerika serius ingin menerapkan perdamaian, maka Washington harus merilis resolusi internasional untuk menghentikan perang dan mengakhiri blokade darat, udara dan laut di Yaman.

"Amerika harus mengakhiri partisipasinya dalam pembunuhan rakyat Yaman, perang dan blokade terhadap negara ini, dan mengumumkan Arab Saudi sebagai negara agresor, serta meminta kerugian yang dialami bangsa Yaman dari agresor, dan membentuk dana rekonstruksi serta membayar ganti rugi kepada korban perang," tambahnya.

Petinggi Yaman ini menambahkan, kekuatan kubu arogan dan anasir bayarannya --setelah enam tahun-- masih gagal dan bahkan mereka tidak berhasil meraih satupun ambisinya. Mereka juga menyadarii bahwa berlanjutnya perang dan blokade Yaman dapat mengobarkan api perang di seluruh kawasan, oleh karena itu, mereka mulai mengubah kebijakannya.

Hamid Abdul Qadir Antar menuturkan, jika perang ini tidak dihentikan, maka bangsa Yaman tidak memiliki solusi lain kecuali berjuang dan melakukan perlawanan hingga meraih kemenangan penuh.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah neagra lain, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)

Tags