Feb 15, 2021 21:49 Asia/Jakarta

Mahasiswi Palestina, Mays Abu Ghosh, menceritakan penderitaannya di penjara rezim Zionis Israel. Dia mendekam di penjara rezim ilegal ini selama belasan bulan

Setelah dipenjara selama 15 bulan, Mays masih menderita tekanan mental dan fisik akibat penyiksaan para sipir penjara Israel.

Mays adalah satu dari ribuan wanita Palestina yang ditangkap oleh pasukan Israel atas tuduhan tak berdasar.

Mays, 22 tahun, dibebaskan dari penjara Israel pada hari Selasa, 1 Desember 2020. Mahasiswa jurusan jurnalistik dari Universitas Birzeit tersebut, ditangkap pada Agustus 2019 dan didakwa sebagai anggota Tiang Mahasiswa Progresif Demokratik.

Kelompok tersebut merupakan sebuah blok mahasiswa yang dilarang oleh otoritas militer rezim Zionis, dan mengambil bagian dalam kegiatan mahasiswa melawan pendudukan rezim ini.

Dia juga dituduh telah berkomunikasi dengan musuh dan ikut andil dalam konferensi hak kemerdekaan Palestina, dan berkontribusi pada kantor berita yang diduga berafiliasi dengan Hizbullah Lebanon.

Mays didenda 2.000 shekel Israel dan dibebaskan dari penjara Damon di pos pemeriksaan Jalameh, sebelah utara kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki secara ilegal, tempat keluarga dan teman-temannya tinggal.

Beberapa kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa Mays memberitahu mereka tentang penyiksaan fisik dan psikologis yang dideritanya selama lebih dari sebulan di pusat interogasi Maskobiyeh yang terkenal kejam. (RA)

Tags