Mar 06, 2021 15:09 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Paus Fransiskus dengan Ayatullah Sistani
    Pertemuan Paus Fransiskus dengan Ayatullah Sistani

Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai kunjungan Paus Fransiskus ke Irak.

Selain itu tentang masalah investigasi kejahatan perang Israel terhadap Palestina, militer Yaman menyerang pangkalan udara King Khalid Arab Saudi, drone mata-mata rezim Zionis jatuh di Lebanon, citra satelit mengungkap pangkalan rudal nuklir Israel, dan pasukan AS menjarah gandum petani Suriah.

 

 

Paus Fransiskus Kunjungi Irak

Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Paus Fransiskus hari Sabtu (6/3/2021) memulai kunjungan bersejarah pertamanya ke Irak.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak memiliki beberapa tujuan. Tujuan pertama, dia akan bertemu dengan umat Kristiani Irak dan juga menemui orang-orang yang telah banyak menderita dalam beberapa tahun terakhir. Umat Kristen Irak menjadi korban utama perang dan terorisme selama bertahun-tahun, dan Paus berniat memberikan ketenangan kepada mereka dengan kehadirannya di Irak.

Paus dalam kunjungan bersejarah ke Irak, akan memberikan penghormatan kepada para korban dan orang-orang yang menderita akibat perang panjang. Dia menyebut kehadirannya di Irak sebagai “Peziarah Perdamaian.”

Umat ​​Kristen membentuk sekitar enam persen dari 25 juta penduduk Irak ketika pasukan Amerika Serikat menduduki negara itu pada tahun 2003 dan menggulingkan rezim Saddam. Namun setelah perang panjang dan rentetan kekerasan, populasi Kristen Irak menyusut menjadi sekitar 400.000 orang.

Tujuan kedua, Paus Fransiskus ingin mengembangkan kerukunan antar-umat beragama. Dia akan melakukan perjalanan ke kota Nasiriyah di selatan Irak untuk bertemu dengan para tokoh dari berbagai agama di desa Ur, tanah kelahiran Nabi Ibrahim as.

Agenda terpenting dari kunjungan tersebut adalah melakukan pertemuan bersejarah dengan ulama besar Irak, Ayatullah Sayid Ali Sistani di kota suci Najaf. Pertemuan ini sangat penting mengingat Paus Fransiskus dan Ayatullah Sistani memiliki kesamaan pandangan dalam mengutuk terorisme dan kekerasan serta selalu menekankan perlunya hidup rukun antar-agama.

Terlebih, Ayatullah Sistani selama ini memainkan peran penting dalam menciptakan keamanan dan stabilitas di Irak, menyeru masyarakat Irak untuk memerangi teroris, ikut menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Irak, serta berusaha membebaskan negara itu dari pendudukan pasukan asing.

 

 

ICC Mulai Investigasi Kejahatan Perang Israel

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah meluncurkan penyelidikan atas kejahatan perang rezim Zionis di Palestina yang didudukinya.

Pada hari Rabu, 3 Maret, Jaksa ICC, Fatou Bensouda mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan dimulainya penyelidikan kejahatan perang Israel di Jalur Gaza pada tahun 2014, serta aktivitas pemukiman ilegal rezim Zionis di Tepi Barat dan Baitul Maqdis Timur.

Amerika Serikat sangat menentang keputusan ICC membuka penyelidikan kejahatan perang rezim Zionis. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan pemerintahan Biden sedang meninjau sanksi era Trump terhadap Fatou Bensouda dan pejabat ICC lainnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga bereaksi terhadap keputusan Mahkamah Pidana Internasional, dan mengklaim keputusan itu mencerminkan sifat anti-Semitnya.

Di pihak lain, Juru Bicara Hamas Hazem Qasim menyambut keputusan Mahkamah Pidana Internasional untuk memulai penyelidikan atas kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina, dan menegaskan dukungan Hamas terhadap langkah ICC tersebut.

Departemen Luar Negeri Otoritas Palestina juga menyambut baik dimulainya penyelidikan terhadap kejahatan perang rezim Zionis di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang dilakukan ICC.

 

Drone Yaman

 

Balas Kejahatan Saudi, Yaman Serang Pangkalan Udara King Khalid

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengumumkan bahwa Angkatan Udara Yaman telah menargetkan pos-pos penting di pangkalan udara King Khalid dan Bandara Internasional Abha.

Saree menegaskan, serangan drone dan rudal pasukan Yaman terhadap posisi para agresor akan terus berlanjut sampai serangan mereka di Yaman dihentikan.

Serangan balasan Yaman ke posisi penting pangkalan udara King Khalid dan Bandara Internasional Abha dilakukan oleh tiga drone yang disebut "Samad-3" dan "Qasef-2K" pada hari Kamis (4/3/2021).

Pangkalan udara King Khalid terletak di daerah Khamis Mushait di selatan Arab Saudi. Sehari sebelumnya, pangkalan ini juga menjadi sasaran serangan balasan drone pasukan Yaman.

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.

Invasi militer pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah menimbulkan tragedi kemanusiaan terburuk dalam beberapa dekade terakhir. 

Sejak awal invasi, jet-jet tempur Arab Saudi menarget berbagai infrastruktur vital di berbagai daerah dan kota di  Yaman. Pemboman yang dilancarkan hampir setiap hari itu telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang tewas, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Serangan tersebut juga menyebabkan puluhan ribu warga Yaman terluka dan lebih dari tiga juta dari mereka terpaksa mengungsi. Lebih dari 80 persen insfrastruktur Yaman, terutama di sektor kesehatan, juga luluh lantak.

 

Drone Mata-Mata Rezim Zionis Jatuh di Lebanon

Pesawat nirawak mata-mata rezim Zionis jatuh di wilayah selatan Lebanon.

Media Lebanon mengatakan bahwa pesawat tak berawak itu jatuh di daerah perbatasan antara Lebanon dan Israel pada Selasa malam.

Menurut sumber Lebanon, pasukan keamanan Lebanon hadir di tempat kejadian setelah insiden tersebut.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang telah dilaporkan tentang jatuhnya drone spionase rezim Zionis ini.

Rezim Zionis selalu melanggar wilayah udara, laut, dan darat Lebanon.

Lebanon telah berulang kali meminta komunitas internasional bersikap tegas terhadap rezim Zionis supaya menghentikan pelanggaran terhadap teritorial negaranya.

Resolusi Dewan Keamanan PBB no.1701, yang diadopsi setelah berakhirnya perang 33 hari antara rezim Zionis dengan Lebanon pada 2006 menyerukan supaya rezim Zionis menghentikan tindakan konfrontatif terhadap Lebanon, tetapi Israel mengabaikannya dengan melanjutkan pelanggaran terhadap wilayah udara, darat dan laut Lebanon.

 

 

Parlemen Eropa Desak Rezim Zionis Hentikan Pendudukan di Tepi Barat

Sejumlah anggota parlemen Eropa dari 22 negara anggotanya meminta Uni Eropa untuk mengambil tindakan tegas demi menghentikan berlanjutnya pendudukan di Tepi Barat oleh rezim Zionis.

Sebanyak 442 anggota parlemen Eropa dari 22 negara benua biru ini meminta Uni Eropa untuk mengambil tindakan guna mencegah aneksasi ilegal yang dilakukan rezim Zionis di Tepi Barat.

Anggota Parlemen Eropa menegaskan bahwa negara anggota Uni Eropa harus menggunakan alat diplomatik yang ada, seperti Resolusi Dewan Keamanan PBB no 2334, yang mengharuskan negara-negara di seluruh dunia untuk tidak mengakui permukiman Zionis.

Rezim Zionis terus membangun permukiman Zionis meskipun menghadapi penentangan dari masyarakat internasional, tapi mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Berdasarkan hukum internasional, terutama resolusi Dewan Keamanan PBB no.2334, semua permukiman Zionis dinyatakan ilegal.

 

 

Citra Satelit Ungkap Pangkalan Rudal Nuklir Israel

Citra satelit berhasil mengungkap salah satu pangkalan rudal rahasia rezim Zionis Israel di dekat kota Quds pendudukan.

Menurut laporan surat kabar Haaretz, Minggu (28/2/2021), perusahaan citra satelit Amerika, Planet Labs Inc baru-baru ini merekam gambar pangkalan rudal rezim Zionis di daerah Beit Shemesh di pinggiran kota Quds.

Pangkalan rudal rahasia ini ditampilkan di peta rezim Zionis sebagai ruang terbuka dan di peta penerbangan sipil sebagai area tertutup.

Situs Global Security menyatakan, pangkalan rahasia tersebut menampung batalion rudal permukaan-ke-permukaan yang dilengkapi dengan rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Pada Januari lalu, Panel Internasional Bahan Fisil (IPFM) telah mengonfirmasi bahwa Israel sedang melakukan pekerjaan konstruksi baru di pusat riset ilegal dan reaktor nuklir Dimona di Gurun Negev, Palestina pendudukan.

Federasi Ilmuwan Amerika juga telah mengonfirmasi bahwa rezim Zionis memiliki sekitar 90 hulu ledak yang terbuat dari plutonium, yang diproduksi di reaktor air berat Dimona.

Israel membangun reaktor nuklir Dimona pada tahun 1950-an dengan bantuan pemerintah Prancis dan kemudian dikembangkan dengan dukungan AS. Rezim Zionis sampai sekarang tidak mengizinkan inspeksi terhadap fasilitas nuklirnya dan menolak menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

 

 

Pasukan AS di Suriah

 

Pasukan AS Jarah Gandum Petani Suriah

Truk-truk pasukan pendudukan AS yang membawa gandum curian dari Suriah telah meninggalkan negara itu menuju wilayah Irak.

Seperti dilansir kantor berita Suriah (SANA), sumber-sumber lokal di kota Rmelan, Provinsi al-Hasakah, mengatakan pasukan AS pada Senin (1/3/2021) menggunakan 45 truk untuk mengangkut gandum yang dicuri dari ladang pertanian di Suriah ke wilayah Irak.

Pasukan pendudukan AS terus mencuri dan menjarah kekayaan minyak dan gandum Suriah dengan dukungan milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Pemerintah Damaskus menyatakan pasukan teroris AS dan milisi dukungan mereka, telah menduduki bagian utara dan timur laut Suriah dengan tujuan menjarah minyak. Damaskus mendesak pasukan AS untuk meninggalkan Suriah.(PH)

 

Tags