Mar 09, 2021 10:59 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Lebanon
    Hizbullah Lebanon

Hizbullah Lebanon memuji langkah Pemimpin Umat Katolik Dunia Paus Fransiskus selama kunjungannya ke Irak yang membuahkan hasil positif, terutama pertemuannya dengan marja Syiah, Ayatullah Sistani.

Hizbullah Lebanon dalam pernyataannya yang dikeluarkan Senin malam menyampaikan harapan semoga kunjungan ini akan menjadi awal penguatan persatuan nasional dan perwujudan kedaulatan Irak.

"Hizbullah percaya bahwa Irak telah melalui banyak hari-hari gelap dan perang dalam dua dekade terakhir. Perang ini disulut oleh agresor Amerika Serikat dan teroris Daesh," ujar Hizbullah Lebanon.

Gerakan perlawanan Islam Lebanon menekankan peran penting otoritas keagamaan dan spiritual di seluruh dunia dalam menghadapi agresi, pendudukan dan ancaman terorisme, serta pembentukan nilai-nilai universal seperti: perdamaian dan kehidupan harmonis antarumat beragama.

Pada saat yang sama, Hizbullah Lebanon juga menekankan dukungannya terhadap perjuangan menegakkan kemerdekaan dan keadilan.

Pemimpin umat Katolik dunia tiba di Irak Jumat lalu dalam kunjungan tiga hari. 

Setelah tiba di Irak, Paus Fransiskus bertemu dengan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi dan Presiden Barham Saleh, serta para tokoh politik dan pemimpin masyarakat Irak lainnya.

Pada hari Sabtu, pemimpin umat Katolik dunia juga menemui Ayatullah Sayyid Ali Sistani, marja Syiah Irak di kota Najaf Ashraf, dan berbicara secara tertutup dengannya selama satu jam. 

Menurut kantor Ayatullah Sistani, marja Syiah Irak dalam pertemuannya dengan Paus Fransiskus menyampaikan masalah tantangan besar umat manusia dewasa ini, termasuk ketidakadilan, kemiskinan, penyerangan terhadap agama dan intelektualitas, serta penindasan terhadap kebebasan.

Ayatullah Sistani menekankan peran signifikan para pemimpin agama dan spiritual dunia dalam meredakan penderitaan yang menimpa masyarakat dunia, dengan logika dan kebijaksanaannya.(PH)

Tags