Mar 10, 2021 13:28 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Lebanon
    Hizbullah Lebanon

Komite Dialog Bilateral antara Gereja Kristen Maronit Lebanon dan Hizbullah menekankan perlunya membentuk kabinet yang kuat secepat mungkin untuk menangani masalah-masalah yang akan datang.

Kantor berita resmi Lebanon melaporkan, hubungan media Hizbullah dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa mengumumkan bahwa komite dialog bilateral antara gereja Maronit yang dipimpin Samir Mazloum dan Hares Shahab, sedangkan dari pihak Hizbullah diwakili Mohammad Saeed Al-Khansa dan Mustafa al-Haj Ali untuk membahas krisis politik Lebanon.

Kedua pihak menekankan perlunya membentuk pemerintahan yang kuat secepat mungkin untuk mengatasi krisis yang dihadapi rakyat Lebanon, serta kebutuhan akan kemakmuran ekonomi di semua tingkatan.

Para peserta juga memuji kunjungan Paus Fransiskus, pemimpin Katolik dunia ke Irak dan pertemuan bersejarahnya dengan Ayatullah Sayid Ali Sistani, marja Syiah Irak, dan posisi mereka dalam mendorong kehidupan yang harmonis dan damai, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia tanpa memperhatikan afiliasi apapun.

Lebanon telah lama menghadapi protes yang meluas atas memburuknya kondisi kehidupan dan devaluasi mata uang nasional.

Negara Arab ini diperintah oleh Perdana Menteri Hassan Diab sejak Agustus 2020, tapi kemudian dibubarkan karena dia mengundurkan diri. 

Selanjutnya, Saad al-Hariri ditunjuk untuk membentuk kabinet baru pada Oktober 2020, namun hingga kini belum bisa membentuk kabinet baru.(PH)

Tags