Mar 29, 2021 18:05 Asia/Jakarta
  • Menteri Olahraga Saudi Pangeran Abdulaziz bin Turki (tengah) pada acara pengumuman Grand Prix F1 2021.
    Menteri Olahraga Saudi Pangeran Abdulaziz bin Turki (tengah) pada acara pengumuman Grand Prix F1 2021.

Sebuah organisasi hak asasi manusia mencatat bahwa Arab Saudi melakukan investasi 1,5 miliar dolar agar dapat menjadi tuan rumah kompetisi olahraga.

Seperti dilansir IRNA, Senin (29/3/2021), Organisasi HAM Grant Liberty dalam laporannya mengatakan Saudi yang memiliki sejarah panjang pelanggaran hak asasi manusia, telah menginvestasikan 1,5 miliar dolar dalam beberapa tahun terakhir dengan harapan mendapatkan prestise global dan menjadi tuan rumah kompetisi internasional.

Grant Liberty menganggap tindakan Saudi sebagai sportswashing yaitu praktik berinvestasi atau menyelenggarakan event olahraga dalam upaya untuk mengaburkan catatan kelam HAM mereka.

Arab Saudi berusaha menyembunyikan catatan kelam HAM dengan mengubah negara itu menjadi destinasi wisata dan tuan rumah kompetisi internasional.

Riyadh berinvestasi di semua cabang olahraga mulai dari catur hingga golf dan kejuaraan berkuda dunia. Negara itu telah menandatangani kontrak 10 tahun senilai 650 juta dolar dengan Formula 1.

Kejuaraan Grand Prix Formula 1 dimulai pada Minggu kemarin dan untuk pertama kalinya, sebagian dari balapan akan diadakan di kota pelabuhan Saudi, Jeddah.

Upaya Arab Saudi untuk mengubah citra buruknya di kancah internasional terjadi enam tahun setelah agresi negara itu ke Yaman, di mana lebih dari 16.000 warga sipil terbunuh. (RM)

Tags