Apr 06, 2021 12:45 Asia/Jakarta
  • Pangeran Hamzah dan Raja Abdullah II
    Pangeran Hamzah dan Raja Abdullah II

Mantan Putra Mahkota Yordania dengan menandatangani sebuah surat, selain menyatakan mundur dari sikapnya melawan Raja Abdullah II, juga mengumumkan kesetiaannya kepada keluarga kerajaan (Hashimi).

Seperti dilaporkan Televisi Aljazeera, istana kerajaan Yordania Senin (5/4/2021) seraya merilis statemen menyatakan, Pangeran Hamzah bin Hussein yang mengalami penahanan rumah sejak Sabtu (3/4/2021) sore karena dituding merencanakan kudeta terhadap saudara tirinya, Raja Abdullah II, menandatangani surat dan berjanji mematuhi tradisi dan kinerja Keluarga Hashimi.

Menurut sumber ini, Pangeran Hamzah menandatangani surat ini setelah bertemu dengan Hassan bin Talal, paman Raja Yordania dan seluruh pangeran.

Surat ini setelah ditandatangani setelah Raja Abdullah II menyetujui mediasi untuk menyelesaikan friksi yang ada di antara anggota keluarga kerajaan.

Aparat keamanan Yordania sejak Sabtu sore menangkap Pangeran Hamzah dengan tudingan melakukan konspirasio untuk merusak keamanan negara. Pangeran ini ditangkap bersama 16 orang lainnya termasuk Basem Awadallah, mantan menteri keuangan Yordania.

Istana kerajaan Yordania beberapa waktu lalu mengumumkan, Abdullah II menyerahkan berkas Pangeran Hamzah dalam koridor prinsip tradisi keluarga kerajaan Hashimi kepada pamannya, Pangeran Hassan bin Talal. (MF)

 

Tags