Apr 11, 2021 18:25 Asia/Jakarta
  • Pangeran Hamzah bin Hussein
    Pangeran Hamzah bin Hussein

Sebuah sumber Yordania menyatakan, Mantan Putra Mahkota Yordania, Pangeran Hamzah bin Hussein meski telah memperbaruhi baiat kepada raja tetap mengajukan syarat untuk menghentikan aktivitasnya melawan pemerintah.

Ia dilaporkan menuntut jabatan komandan militer negara ini.

Seperti dilaporkan Russia al-Youm Ahad (11/4/2021), Fahd al-Khaitan, jurnalis Yordania seraya merilis keterangan terkait kudeta terbaru di negara ini menulis, penandatanganan janji kesetiaan kepada raja oleh Pangeran Hamzah bin Hussein bukan akhir dari peristiwa di negara ini, dan ia tidak ingin merealisasikan janjinya.

Sumber ini menambahkan, laporan awal menunjukkan bahwa simbol hasutan untuk kudeta di Yordania menggunakan Hamzah untuk mencapai tujuan mereka, tetapi data intelijen menunjukkan bahwa pangeran Yordania memainkan berbagai peran dalam peristiwa di Yordania.

Menurut laporan tersebut, fakta-fakta ini telah menyebabkan guncangan besar bagi keluarga kerajaan Yordania, terutama karena Hamzah telah membuat penghentian kegiatan pemerintahannya dengan syarat memegang komando tentara dan mengawasi aparat keamanan.

Berbagai media Sabtu sore pekan lalu melaporkan gelombang penangkapan petinggi dan keluarga kerajaan termasuk Pangeran Hamzah bin Hussein dengan dakwaan berusaha melakukan kudeta.

Menyusul kudeta gagal ini, menlu Yordania mengkonfirmasi penangkapan 14-16 orang termasuk Sharif Hassan bin Zaid, saudara tiri raja dan Bassem Awadallah.

Ia mengatakan, penyidikan membuktikan bahwa orang-orang di sekitar Pangeran Hamzah bin Hussein memiliki hubungan dengan pihak asing untuk melancarkan kudeta. (MF)

 

 

Tags