Apr 14, 2021 11:23 Asia/Jakarta
  • Amos Yadlin
    Amos Yadlin

Mantan kepala direktorat intelijen militer Rezim Zionis, menilai aksi penyerangan terhadap fasilitas nuklir Natanz yang dilakukan oleh Netanyahu dengan tujuan internal membentuk kabinet, akan memicu permulaan krisis keamanan baru, sebab Iran berpotensi melancarkan aksi balasan.

Times of Israel hari Selasa (13/4/2021) melaporkan, Amos Yadlin mengkritik keras Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu atas aksinya melancarkan serangan terhadap instalasi nuklir Natanz provinsi Isfahan Iran, karena dilakukan secara ilegal, tanpa persetujuan kabinet.

"Jelas bahwa Republik Islam Iran akan melanjutkan aktivitas nuklirnya dan kemungkinan menyerang Israel dengan kekuatannya," kata Yadlin memprediksi aksi balasan Iran

The Jerusalem Post hari Selasa secara implisit mengakui dalam sebuah laporan bahwa agen mata-mata Israel terlibat dalam operasi sabotase di fasilitas nuklir Natanz.

Sebelumnya, Badan Energi Atom Iran (AEOI) pada Minggu pagi mengumumkan terjadinya insiden kecelakaan di bagian jaringan distribusi listrik dari kompleks pengayaan uranium Shahid Ahmadi Roshan di Natanz, yang tidak mengakibatkan cedera atau radiasi pada manusia.

Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menekankan dalam pidatonya bahwa Republik Islam Iran akan membalas dendam kepada Israel atas sabotase situs nuklir Natanz.(PH)

Tags