Apr 15, 2021 09:52 Asia/Jakarta
  • Markas Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, Belanda.
    Markas Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, Belanda.

Pemerintah Suriah menegaskan penolakan dan kecamannya terhadap laporan palsu yang dirilis oleh Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tentang serangan di kota Saraqeb, timur Idlib.

"Laporan Tim Investigasi dan Identifikasi OPCW memuat kesimpulan yang bertentangan dengan fakta dan menyingkap kembali kebohongan organisasi ini dan timnya, seperti kebohongan yang dibuat dalam laporan tentang serangan di Douma pada 2018 dan serangan di Ltamenah pada 2017," kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan, Rabu (14/4/2021) seperti dilansir kantor berita SANA.

"Laporan yang diterbitkan OPCW pada 12 April 2021 bermaksud untuk memutarbalikkan fakta dan menuduh pemerintah Suriah menggunakan gas beracun di kota Saraqeb pada 4 Februari lalu," tambahnya.

"Damaskus dengan tegas membantah penggunaan gas beracun di Saraqeb atau di kota lain. Pasukan Suriah tidak pernah menggunakan senjata semacam itu selama pertempuran yang paling sulit dalam menumpas teroris," kata laporan tersebut.

Pemerintah Suriah mencatat bahwa Tim Investigasi dan Identifikasi OPCW dibentuk secara tidak sah oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Barat.

"Dalam investigasinya, tim ini menggunakan data yang diberikan oleh teroris, kelompok White Helmets, dan dinas intelijen dari beberapa negara penentang Suriah," tegas laporan Kemenlu Suriah. (RM)

Tags