Apr 18, 2021 10:12 Asia/Jakarta
  • Amos Yadlin
    Amos Yadlin

Mantan Kepala Direktorat Intelijen Militer rezim Zionis Israel mengakui bahwa program nuklir Iran sangat kuat dan luas. Menurutnya, Iran sejak dua dekade lalu sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan ke Natanz.

Amos Yadlin dalam wawancara dengan stasiun televisi Amerika Serikat, CNBC, Sabtu (17/4/2021) mengatakan, Iran sejak 20 tahun lalu sudah memprediksi terjadinya serangan semacam ini di Natanz.
 
Pada saat yang sama Yadlin juga mengakui sabotase Israel terhadap program nuklir Irak, dan Suriah beberapa dekade lalu.
 
Ia menuturkan, "Saddan Hussein dan Bashar Assad terkejut, sementara Iran sejak 20 tahun lalu sudah bersiap menghadapi serangan ini. Program nuklir Iran jauh lebih kuat dan lebih luas."
 
Yadlin menjelaskan tidak ada satu pun dinas intelijen dan keamanan negara dunia yang memiliki informasi akurat terkait lokasi situs nuklir Iran.
 
"Iran belajar dari tindakan-tindakan yang telah kami lakukan," tegasnya. (HS)

Tags