May 08, 2021 08:23 Asia/Jakarta
  • Sayid Hassan Nasrallah.
    Sayid Hassan Nasrallah.

Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, posisi kami dalam masalah Quds dan Palestina bukanlah sebuah taktik, tetapi hak mutlak yang tidak dapat diubah, dan Hari Quds adalah masalah ideologis, kemanusiaan dan moralitas.

Sayid Hassan Nasrallah menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada peringatan Hari Quds Internasional, Jumat (7/5/2021) seperti dilaporkan kantor berita IRIB.

Dia memuji orang-orang Palestina karena berpegang teguh pada hak mereka di Quds, dan mencatat bahwa keteguhan seperti ini memberikan legitimasi kepada poros perlawanan serta semua bentuk dukungan yang ditawarkan front ini kepada bangsa Palestina.

Menurut Sayid Nasrallah, hal terpenting yang perlu diperkuat adalah keterlibatan Gaza dengan rudal-rudalnya ke garis konfrontasi dengan rezim penjajah di wilayah Quds.

“Bangsa Palestina berhak untuk mempertahankan wilayah mereka dan kami mendukungnya,” tegasnya.

Sekjen Hizbullah menganggap pembelaan bangsa Palestina terhadap hak-haknya dan komitmen mereka pada Quds sebagai prinsip penting. “Kami yakin bahwa bangsa Palestina berhak melindungi Quds, tanah air mereka dan hak-hak mereka,” tambahnya.

Mengacu pada perlawanan Iran terhadap tekanan Amerika Serikat dan Barat, Sayid Nasrallah mengatakan semua harapan AS dan Israel dalam melawan Iran telah berubah menjadi keputusasaan. Iran telah melewati tahap bahaya, dan rencana AS dan Israel untuk menyingkirkan program nuklir Iran juga telah gagal.

“Pengalaman 40 tahun Iran menunjukkan bahwa ia belum pernah menjual sekutunya dan Iran tidak melakukan tawar-menawar yang merugikan sekutunya, juga tidak bernegosiasi atas nama mereka dan tidak membiarkan mereka sendirian,” ungkap Nasrallah.

Saat ini, lanjutnya, rezim Zionis prihatin dengan perkembangan positif yang dicapai kubu perlawanan dari segi kemampuan.

“Kondisi rezim Zionis sedang kritis dan muncul perpecahan internal. Rezim tersebut kini menghadapi krisis kepemimpinan dan komando yang merupakan pertanda kelemahan dan kemundurannya,” jelas Sekjen Hizbullah Lebanon.

Sayid Nasrallah menegaskan tentara Israel tidak percaya pada kemampuannya untuk menghadapi berbagai front jika terjadi perang. Mereka khawatir dengan operasi di Tepi Barat dan masuknya Gaza yang kuat ke dalam perkembangan di Quds. (RM)

Tags