May 08, 2021 20:52 Asia/Jakarta
  • Mohammed Ali Al-Houthi
    Mohammed Ali Al-Houthi

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Mohammad Ali Al-Houthi menggambarkan prakarsa AS tentang perdamaian di Yaman sebagai klaim belaka yang tidak terencana dan tidak realistis.

Mohammed Ali al-Houthi di akun Twitternya hari Sabtu (8/5/2021) mengatakan, "Pernyataan Amerika tentang perdamaian di Yaman tidak realistis, karena tanpa mengambil langkah nyata dan praktis serta delusi belaka."

Sebelumnya, kepala tim negosiasi Sanaa, Mohammed Abdul Salam, mengatakan bahwa setiap pembicaraan positif tentang Yaman bergantung pada penerapan praktisnya dalam pencabutan sanksi dan memprioritaskan aspek kemanusiaan demi memenuhi kebutuhan rakyat Yaman. 

Dalam pidato pertamanya sejak menjabat pada awal tahun 2021, Presiden AS Joe Biden menggambarkan perang Yaman sebagai bencana strategis, dan menyatakan akan mengakhirinya.

Setelah beberapa bulan berlalu dari janji tersebut, AS tidak menghentikan serangan koalisi Saudi ke Yaman, bahkan Washington juga menjegal proses pertukaran tahanan antara Yaman dan Arab Saudi.

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan blokade darat, laut, dan udara.

Perang yang disulut Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 16.000 orang, melukai puluhan ribu orang, dan membuat jutaan orang Yaman kehilangan tempat tinggal.(PH)

Tags