May 11, 2021 13:36 Asia/Jakarta

Al-Quds telah berada dalam tekanan selama berminggu-minggu setelah pasukan Israel berusaha membatasi akses Palestina ke Masjid Al-Aqsa dan Gerbang Damaskus pada hari-hari awal Ramadhan.

Ketegangan terus meningkat setelah pasukan Israel meningkatkan kekerasan terhadap ratusan warga Palestina yang memprotes penggusuran massal dari lingkungan Sheikh Jarrah, dengan menembakkan peluru karet, gas air mata, dan granat setrum.

Fadia Barghouti - Demonstran

Kami semua di sini untuk mendukung al-Quds. Kami di sini untuk menolak semua tindakan Israel terhadap Palestina, dan orang-orang Sheikh Jarrah. Kami di sini untuk mengatakan bahwa al-Quds tidak sendiri, dan apa yang terjadi di al-Quds ditolak oleh semua orang Palestina.

Tetapi warga Palestina di Masjid al-Aqsa berdiri teguh setelah berhari-hari pelanggaran yang memuncak pada hari Jumat ketika pasukan Israel menyerbu tempat suci dan melukai lebih dari 200 warga Palestina.

Ismail Radwan - Demonstran

Sebuah pesan untuk orang-orang suci kami, bahwa kami bersamamu dan bahwa kami mempersembahkan jiwa dan darah kami tanpa masjid Al-Aqsa.

Setelah beberapa hari protes keras oleh rakyat Palestina, pengadilan Israel telah memutuskan untuk menunda sidang atas keputusan tersebut selama 30 hari.

Osama Barham, Aktivis

Apa yang terjadi bukanlah hal baru. Ini adalah rencana pendudukan Israel, untuk meyahudisasi Sheikh Jarrah.

Meskipun tindakan keras terhadap warga Palestina selama beberapa minggu terakhir, upaya Israel untuk membatasi mereka telah gagal.

Tags