May 16, 2021 15:06 Asia/Jakarta
  • peralatan militer Irak
    peralatan militer Irak

Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak mengabarkan keputusan pemerintah Baghdad untuk membeli sistem pertahanan canggih dalam waktu dekat. Pada saat yang sama Amerika Serikat tetap merupakan penghambat utama pembelian alutsista Irak dari Rusia.

Wakil Ketua Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Nayef Al Shammari, Sabtu (15/5/2021) seperti dikutip kantor berita Iraq News Agency, INA mengatakan, “Dalam anggaran tahun 2021 Irak, dana untuk membeli alutsista canggih dengan maksud mengikuti kemajuan militer dunia, sudah dialokasikan. Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak juga sudah melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan dan staf komandan militer Irak tentang hal ini.”
 
Menurut Al Shammari, pemerintah Baghdad dalam beberapa bulan ke depan akan menandatangani kontrak dengan sejumlah perusahaan ternama dunia untuk membeli sistem pertahanan canggih. Kontrak-kontrak ini berada di tangan Kemenhan Irak, dan Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen.
 
Salah satu anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak sebelumya mengatakan pembelian sistem pertahanan udara canggih merupakan prioritas keamanan nasional Irak tahun 2021. (HS)

Tags