May 17, 2021 00:36 Asia/Jakarta
  • Kepanikan di Tel Aviv setelah diserang roket Hamas.
    Kepanikan di Tel Aviv setelah diserang roket Hamas.

Mantan Menteri Peperangan Israel, Avigdor Liberman mengkritik keras kinerja Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam perang melawan kelompok perlawanan Palestina, terutama Hamas.

Hal itu disampaikan Liberman dalam wawancara dengan Channel 12 Israel, seperti dikutip laman Tasnimnews, Minggu (16/5/2021).

Dia meminta orang-orang Zionis untuk bertanya pada diri sendiri, “Jika keadaan kita seperti ini dalam melawan Hamas, bagaimana kondisinya jika dengan Hizbullah dan Iran?”

“Netanyahu telah membahayakan eksistensi kita dan membawa kita pada kehancuran,” tegas pemimpin Partai Yisrael Beytenu itu.

Mengacu pada kelemahan rezim Zionis dalam menghadapi kubu perlawanan Palestina, Liberman menuturkan, “Dunia Arab sedang mengawasi kita dan akan berkata, bakal seperti apa kondisi Israel berhadapan dengan Hizbullah dan Iran jika kondisinya melawan Hamas seperti yang kita lihat sekarang.”

Menurutnya, tujuan strategis dari perang ini adalah untuk menaikkan status Netanyahu di tengah publik Israel. Selama mandat untuk membentuk kabinet ada di tangan Yair Lapid, Netanyahu akan berusaha untuk memperpanjang operasi di Gaza.

“Hamas untuk pertama kalinya menciptakan front internal melawan kita di dalam Israel. Hamas telah menguasai jalan-jalan Palestina. Pemenang operasi ini adalah Hamas,” tandas Liberman.

Dia mencatat bahwa operasi saat ini di Gaza akan sia-sia jika berakhir tanpa pelucutan senjata Hamas dan pemulangan jenazah dua tentara Zionis. (RM)

Tags