May 26, 2021 10:04 Asia/Jakarta

Benjamin Netanyahu secara resmi mencopot Yossi Cohen dari jabatan direktur dinas intelijen Israel yang dikenal sebagai Mossad hari Senin (24/05/2021) dan menggantinya dengan David Barnea.

David Barnea adalah direktur Mossad ke-13. Ia menjadi orang ketiga yang diangkat oleh Benjamin Netanyahu dalam 12 tahun terakhir. Netanyahu menunjuk Tamir Pardo pada November 2010 dan Yossi Cohen sebagai direktur Mossad pada 2015. Cohen ditunjuk sebagai direktur Mossad pada saat dia memiliki persahabatan dekat dengan Benjamin Netanyahu dan menjadi anggota Mossad sepanjang kariernya.

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Zionis dan Yossi Cohen, mantan Direktur Mossad

Menyusul penunjukannya sebagai direktur Mossad, media-media menyebutnya sebagai guru intelijen dan spesialis dalam merekrut agen-agen intelijen. Karena dia telah menjadi anggota Mossad selama masa jabatannya. Aksi teror terhadap Haji Imad Mughniyeh dan ilmuwan nuklir Iran adalah salah satu operasi teror terpenting selama masa jabatannya sebagai direktur Mossad.

Masalah lainnya adalah bahwa Cohen pernah diberhentikan dari jabatannya sebagai direktur Mossad pada Desember 2020, tetapi penentangan jaksa mencegah penerapan hal itu.

Sebelumnya, Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit menangguhkan pengangkatan David Barnea sebagai direktur baru Mossad, dan mengumumkan bahwa direktur baru Mossad akan diangkat setelah pemilu rezim Zionis Israel dan pembentukan pemerintahan permanen.

Sekalipun demikian, kebuntuan politik yang terus berlanjut di Israel, serta berakhirnya kepemimpinan Cohen atas Mossad, menyebabkan tidak ada penolakan dengan perubahan tersebut.

Dalam hal ini, Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit mengumumkan bahwa hambatan hukum penunjukan David Barnea sebagai direktur baru Mossad praktis telah dicabut. Apa lagi direktur Mossad saat ini, Yossi Cohen, akan mengundurkan diri mulai 1 Juni 2021.

"Situasi politik saat ini menunjukkan bahwa kabinet baru mungkin tidak dibentuk hingga 1 Juni, ketika Cohen mengundurkan diri," kata Mandelblit.

Operasi teror para pejabat, terutama anggota Poros Perlawanan, di Asia Barat tampaknya terus berlanjut selama kepemimpinan Barnea atas Mossad, seperti di era Cohen.

Dengan demikian, poin penting adalah bahwa pencopotan Cohen terjadi di akhir masa jabatannya sebagai Mossad, dan Netanyahu mencoba mencalonkan direktur baru Mossad sampai kabinet baru terbentuk, sehingga bahkan jika dia kehilangan jabatan perdana menteri, dia akan tetap memiliki pengaruh di Mossad.

Di sisi lain, meskipun beberapa analis berpendapat bahwa pemberhentian Cohen adalah gempa susulan pertama dari kekalahan Zionis Israel dalam perang melawan Perlawanan Palestina, keputusan Netanyahu tidak ada hubungannya dengan perang baru-baru ini. Karena keputusan untuk mencopot Cohen telah dibuat pada Desember 2020.

Kemenangan kelompok Perlawanan dalam perang baru-baru bukan dikarenakan kelemahan intelijen Zionis Israel di masa kepemimpinan Cohen di Mossad, tapi lebih pada kekuatan pencegahan kelompok-kelompok Perlawanan, termasuk pengembangan kemampuan rudal dan pesawat tak berawak.

Masalah lainnya adalah pribadi David Barnea. Menurut resume yang diterbitkan oleh sumber-sumber berita tentang Barnea, selain bekerja di unit pengintaian elit militer Zionis, dia telah bekerja di berbagai bagian di Mossad, terutama kepala unit perekrutan mata-mata Mossad dan di departemen intersepsi elektronik.

David Barnea, Direktur Mossad

Operasi teror para pejabat, terutama anggota Poros Perlawanan, di Asia Barat tampaknya terus berlanjut selama kepemimpinan Barnea atas Mossad, seperti di era Cohen. Pada saat yang sama, Barnea tampaknya seperti Cohen, akan terus menormalisasi hubungan rezim Zionis dengan negara-negara Arab dan pengaruh intelijennya di negara-negara Arab.

Tags