Jun 09, 2021 17:43 Asia/Jakarta

Masyarakat internasional mereaksi kejahatan terbaru rezim Zionis Israel di Jalur Gaza, Palestina. Rezim ilegal ini telah melancarkan serangan udara membabibuta dari tanggal 10-21 Mei 2021. Dalam agresi tersebut, 255 warga Palestina gugur syahid, termasuk 66 anak, 39 wanita dan 17 lansia. Lebih dari 1.948 orang juga terluka

Reaksi atas kejahatan Israel juga datang dari Irlandia. Dewan Kota Belfast menuntut pengusiran duta besar rezim Zionis. Menurut FNA mengutip Belfast Telegraph, rencananya sebuah proposal akan diajukan ke Dewan Kota Belfast. Proposal itu berisi permintaan para pejabat lokal ke pemerintah Inggris dan Irlandia untuk segera mengusir duta besar Israel.

Proposal pengusiran para dubes Israel akan dikemukakan di Dewan Kota Belfast oleh Fiona Ferguson, anggota organisasi People Before Profit. Dalam proposal ini ditegaskan bahwa operasi militer Israel di Gaza adalah "kelanjutan genosida atas Palestina dan perluasan permukiman ilegal adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional."

Disebutkan pula bahwa tindakan Israel adalah Apartheid dan "kerja sama reguler dengan rezim Israel dalam kondisi semacam ini tidak bisa dibela." Proposal ini juga menegaskan dukungan rakyat Irlandia Utara untuk bangsa Palestina.

"Dewan Kota Belfast mengakui sejarah kaya solidaritas semua masyarakat Belfast dalam mendukung Palestina. Salah satu dukungannya berkaitan dengan hari-hari terakhir, yaitu ketika masyarakat berunjuk rasa dan menuntut diakhirinya kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina. Solidaritas warga kita ini bisa menjadi sarana penting untuk menghentikan dukungan kita terhadap tindakan-tindakan Israel," bunyi proposal itu.

"Dengan demikian, Dewan Kota Belfast mengutuk tindakan rezim Israel dan setuju untuk mengirim permohonan kepada pemerintah Irlandia dan Kerajaan Inggris untuk segera mengusir dubes-dubes Israel," tambahnya.

Partai People Before Profit Irlandia menuntut Dail Irlandia, atau parlemen negara itu, mendukung mosi untuk mengusir Duta Besar Israel.  Gino Kenny, anggota Parlemen Irlandia dan juru bicara Partai People Before Profit mengatakan, waktu untuk kata-kata dan pernyataan telah lewat dan tindakan perlu diambil untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza dan wilayah pendudukan lainnya. Tindakan itu juga termasuk memboikot Israel dan sistem Apartheid yang didirikannya.

"Israel telah memerintah teror dan pembunuhan atas orang-orang Gaza. Dalam delapan hari, lebih dari 200 orang telah terbunuh termasuk 60 anak, dibunuh karena tidak melakukan apa-apa, dibunuh karena mereka orang Palestina," ucap Kenny saat berbicara di parlemen Irlandia.

Dia menambahkan, dunia menyaksikan ketika Israel melakukan hukuman kolektif terhadap orang-orang Palestina di tanah yang diduduki. Kenny, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (19/5/2021), mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengusir duta Besar Israel untuk Irlandia.

Menurut Kenny, mosi yang diajukan akan menekan pemerintah, termasuk Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Irlandia Simon Coveney untuk mengambil tindakan nyata guna membela rakyat Gaza yang terkepung dan diduduki dan mengirimkan pesan solidaritas bahwa kejahatan Israel terhadap kemanusiaan tidak akan luput dari perhatian.

Kenny menuturkan bahwa mereka akan mengirim pesan kepada rakyat Palestina bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa mereka memiliki orang-orang Irlandia untuk mendukung mereka.

Dia lebih lanjut menunjuk posisi unik Irlandia di Dewan Keamanan (DK) PBB dan mengatakan, pihaknya dapat menggunakan kecakapan diplomatiknya untuk menciptakan perubahan yang berarti dan mengirim pesan ke Israel dan dunia bahwa kejahatan semacam itu tidak akan dibiarkan begitu saja.

Sementara itu, Dewan HAM PBB telah menyepakati resolusi dimulainya investigasi internasional terkait kejahatan rezim Zionis di Gaza. (RA)

Tags