Jun 10, 2021 16:29 Asia/Jakarta
  • Pejuang Yaman
    Pejuang Yaman

Dewan Tinggi Politik Yaman seraya menyambut segala bentuk upaya mengakhiri penderitaan bangsa Yaman, menentukan tiga syarat utama untuk perundingan mendatang.

Dewan ini seraya menekankan sikap pasti Republik Yaman di interaksi positif dengan seluruh ide dan pesan yang memperhatikan kedaulatan serta hak legal rakyat Yaman, menjelaskan, di perundingan mendatang ada tiga hal utama yang tidak boleh diabaikan, seperti pencabutan blokade, menghentikan agresi udara, darat dan laut serta mengakhiri pendudukan serta penarikan pasukan asing dan tidak mengintervensi urusan internal Yaman.

Perang Koalisi Saudi terhadap Yaman telah memasuki bulan ke-75. Lebih dari 17 warga Yaman terbunuh secara langsung akibat perang, dan puluhan ribu lainnya terluka. Berbagai sumber Yaman mengumumkan, lebih dari 100 ribu warga Yaman secara langsung dan tidak terbunuh akibat perang ini, dan  penyakit, kelaparan serta paceklik termasuk alasan tingginya tingkat kematian di perang tersebut. Akibat perang ini, Yaman menghadapi tragedi kemanusiaan terbesar selama dua dekade terakhir di abad 21 dan bahkan Sekjen PBB, Antonio Guterres juga mengakuinya.

Perang di Yaman

Meski demikian, pertanyaan di sini adalah apa arti dari tiga syarat yang diajukan Dewan Tinggi Politik Yaman untuk membuat perundingan semakin konstruktif?

Pertama, arti dari syarat ini adalah perang terhadap Yaman tidak hanya mencakup aksi pemboman harian. Lebih dari 17 ribu warga Yaman tewas akibat pemboman langsung, sementara tingkat kematian tak langsung akibat blokade total Yaman menjadi faktor utama tewasnya lebih dari 100 ribu orang.

Oleh karena itu, dampak kemanusiaan blokade total, bahkan lebih tinggi dari pemboman harian selama 75 bulan lalu. Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah di pidatonya hari Selasa (8/6/2021) juga mengisyaratkan masalah ini bahwa Arab Saudi dan Amerika ingin mengakhiri perang, tapi melanjutkan blokade terhadap Yaman. Menurut pandangan pemerintah penyelamatan nasional Yaman, diakhirinya perang tanpa pencabutan blokade tidak ada artinya.

Makna kedua adalah penekanan Dewan Tinggi Politik Yaman atas independensi dan kedaulatan negara ini. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan menyerang Yaman telah menduduki sebagian wilayah ini, mereka membagi wilayah Yaman di antara mereka, dan ini sebuah pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Yaman. Diakhirinya perang tanpa penarikan pasukan asing dari Yaman sama halnya dengan dilanjutkannya pendudukan terhadap negara ini, serta upaya memecah-belah Yaman, sesuatu yang tidak dapat diterima pemerintah penyelamatan nasional Yaman dan pemerintah ini menekankan persatuan dan menjaga kedaulatan wilayah.

Makna ketiga, bangsa Yaman di medan pertempuran berada dalam posisi unggul dan mampu memberi kerugian lebih besar kepada Arab Saudi. Arab Saudi dari satu sisi berada di bawah tekanan opini publik karena kejahatannya terhadap Yaman dan dari sisi lain, khawatir atas serangan balasan militer besarta pasukan relawan rakyat Yaman.

Dengan demikian, meski pemerintah penyelamatan nasional Yaman menyambut perundingan, tapi perundingan saat ini sesuai dengan yang diinginkan Arab Saudi. Riyadh yang mengalami kekalahan militer, berusaha menjamin tujuannya melalui perundingan, sesuatu yang kini telah disadari oleh pemerintah Yaman.

Poin terakhir adalah, tiga syarat yang ditentukan Dewan Tinggi Politik Yaman sebuah penekanan atas independensi, integritas wilayah penuh Yaman dan kedaulatan negara ini. Jaminan atas ketiga syarat tersebut akan menyempurnakan kemenangan pemerintah penyelamatan nasional Yaman di perang ini,

Sekaitan dengan ini, Dewan Tinggi Politik Yaman menegaskan, Yaman berada di ambang kemenangan, karena menang dalam membela kedaulatan dan independensinya serta menolak perwalian. (MF)

 

Tags