Jun 24, 2021 21:11 Asia/Jakarta
  • Seorang pejuang Hizbullah Lebanon berdiri di atas \
    Seorang pejuang Hizbullah Lebanon berdiri di atas \"peti mati\" tentara AS.

Gerakan Hizbullah Lebanon mengutuk langkah pemerintah Amerika Serikat menyita domain situs web milik kelompok-kelompok perlawanan.

Seperti dilaporkan televisi al-Manar, Kamis (24/6/2021), juru bicara Hizbullah, Muhammad Afif mengatakan tindakan Amerika ini merupakan kejahatan dan penegasan terhadap kebijakan Washington untuk membungkam kebebasan.

"Dengan tindakan itu, AS ingin menyembunyikan realitas kejahatannya dan sekutunya terhadap bangsa-bangsa tertindas di kawasan, terutama rakyat Palestina dan Yaman," tambahnya.

Afif menegaskan, Hizbullah menyatakan solidaritas dan dukungannya kepada media-media tersebut, serta menyerukan kampanye solidaritas dengan mereka sehingga mereka dapat meneruskan risalah kemanusiaan dan sikap jujur.

"Kekuatan apapun tidak akan dapat membungkam situs web kelompok perlawanan," tandasnya.

Selasa lalu, Departemen Kehakiman AS menyita domain situs web milik kubu perlawanan yang mencakup situs resmi Kataeb Hizbullah Irak, al-Maalomah TV Irak, laman televisi al-Masirah Yaman, Louloua Bahrain, Press TV dan al-Alam Iran, Palestine al-Yawm dan al-Kawthar TV. (RM)

Tags