Jul 01, 2021 20:26 Asia/Jakarta
  • Menlu Indonesia, Retno Marsudi
    Menlu Indonesia, Retno Marsudi

Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai seruan Menlu Indonesia untuk membangun multikulturalisme menghadapi pandemi.

Selain itu, Malaysia menargetkan tiga kota di negaranya akan mencapai herd immunity pada bulan Agustus, hacker Malaysia membocorkan data ratusan ribu mahasiswa Israel dan junta militer Myanmar membebaskan ribuan pemrotes.

 

Menlu Indonesia, Retno Marsudi

 

Menlu RI Serukan Bangun Multilateralisme Menghadapi Pandemi

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi berkunjung ke Italia untuk menghadiri pertemuan Kelompok 20 ekonomi utama (G20).

Sebelum rangkaian pertemuan para menlu G20 diselenggarakan di Bari dan Matera, Menlu Retno berkesempatan menemui Menlu Italia Luigi Di Maio dan Menlu Kanada Marc Garneau di Roma pada Minggu (27/6).

Dengan Menlu Italia, Menlu Retno banyak berbicara mengenai presidensi G20.

 “Tahun ini Italia memegang presidensi G20, dan tahun depan giliran Indonesia menjadi presiden G20. Kami sepakat berkomitmen untuk saling mendukung presidensi masing-masing,” kata Retno melalui rekaman audio yang dikirim ke media oleh Kementerian Luar Negeri RI, Senin.

Kedua menlu juga sepakat membahas kerja sama perdagangan, investasi, vaksin serta sejumlah isu kawasan dan internasional.

 

 

Sementara itu, Menlu Garneau menyampaikan dukungan atas presidensi Indonesia di G20 untuk tahun 2022.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendorong negara-negara Kelompok 20 (G20) untuk membangun multilateralisme dan pemerintahan yang baik guna menghadapi tantangan pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi, dan ketahanan pangan.

“Saya dorong seluruh negara G20 untuk mengatasi perbedaan, membangun kesatuan. Build bridges, not wall (membangun jembatan, bukan tembok pembatas—red),” kata Retno saat menyampaikan pernyataan pers virtual mengenai pertemuan para menlu G20 dari Italia, sebagaimana dikutip Parstodayid dari Antaranews Selasa (29/06/2021).

Menurut Retno, G20 harus dapat berfungsi sebagai katalis untuk memperkuat multilateralisme dan mengirim pesan tunggal bahwa dunia harus maju bersama.

Salah satu contoh isu yang ia paparkan adalah mengenai vaksin, yang merupakan barang publik global (global public goods), sehingga dalam pengembangan dan distribusinya membutuhkan komitmen multilateral agar mampu mencukupi kebutuhan global secara merata.

“Komitmen multilateral yang perlu ditingkatkan antara lain adalah untuk tiga hal, yaitu melakukan berbagi dosis lebih banyak lagi melalui COVAX, mendukung TRIPS waiver melalui WTO, dan menyediakan pendanaan untuk menutup kekurangan dana ACT-Accelerator,” tutur Retno, menjelaskan.

Selain itu dalam isu perdagangan, Menlu RI menjelaskan bahwa semangat multilateralisme juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif yang dapat dinikmati semua negara.

Ia mendorong agar kemitraan global dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret, dengan mengatasi perbedaan yang ada secara damai. Dalam hal ini, G20 diharapkan dapat menjadi pemersatu dalam memajukan masa depan yang inklusif, hijau dan lestari.

Lebih lanjut, Retno juga menegaskan bahwa G20 harus dapat melakukan revitalisasi institusi multilateral sehingga lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan, lebih memperhatikan proses pengambilan keputusan yang adil, sehingga menjadi lebih relevan dengan perkembangan dunia yang sangat cepat.

 

 

Vaksinasi Covid-19 di Malaysia

 

Malaysia Targetkan Agustus Tiga Kota Capai Herd Immunity

Pemerintah Malaysia menargetkan tiga kota akan mencapai herd Immunity di bulan Agustus dengan percepatan program vaksinasi.

Menteri Teritori Federal Malaysia, Annuar Musa hari Jumat (25/6/2021) mengatakan, Labuan akan lebih dulu mencapai herd immunity dalam waktu dekat, kemudian Kuala Lumpur dan Putrajaya pada Agustus mendatang.

Annuar menjelaskan bahwa Labuan akan mencapai herd immunity lebih dulu karena mayoritas populasinya akan tuntas divaksinasi pada Juli, empat bulan lebih cepat dari target dalam Rencana Pemulihan Nasional.

"Saat ini, 80 persen populasi Labuan sudah mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam program vaksinasi," ujarnya dilansir The Strait Times

Sementara itu, tingkat pendaftaran vaksinasi Covid-19 di Kuala Lumpur dan Putrajaya sudah mencapai 100 persen untuk warga berusia 18 tahun ke atas.

Berdasarkan data teranyar, tingkat vaksinasi harian di Labuan meningkat empat kali lipat dari 700 menjadi 3.000 per hari.

Kemudian, Putrajaya juga mengalami peningkatan serupa, yaitu dari 1.000 menjadi 1.800 vaksinasi per hari.

Tampaknya di luar ketiga kota ini, program vaksinasi nasional Malaysia diperkirakan bakal molor.

Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan bahwa target vaksinasi 10 persen populasi Negeri Jiran akan mundur dari 28 Juni menjadi pertengahan Juli.

Khairy, target vaksinasi ini menjadi salah satu dari tiga kriteria untuk mengevaluasi efektivitas lockdown. Dengan keterlambatan program vaksinasi, lockdown pun diperkirakan bakal lebih panjang.

 

 

Hacker Malaysia Bocorkan Data Ratusan Ribu Mahasiswa Israel

Sekelompok peretas pro-Palestina, yang menyebut diri mereka DragonForce Malaysia, telah membobol dan membocorkan data sekitar 280.000 mahasiswa Israel. Data yang dibocorkan itu termasuk nama, nomor telepon, alamat email, dan alamat rumah.

Dikutip dari Sindonews, Senin (28/6/2021), menurut pakar keamanan siber May Brooks-Kempler, pembobolan data tersebut menargetkan mereka yang terdaftar di AcadeMe—situs web Israel yang membantu mahasiswa dan para lulusan menemukan pekerjaan.

Para peretas mengaku serangan siber itu dilakukan sebagai balas dendam setelah eskalasi baru-baru ini di Gaza antara Hamas dan rezim Zionis Israel.

Kelompok hacker Malaysia ini pertama kali mengumumkan pembocoran data melalui aplikasi Telegram awal pekan ini. Mereka bersumpah akan melanjutkan serangan sibernya.

"Ini adalah seruan mendesak bagi semua peretas, organisasi hak asasi manusia dan aktivis di seluruh dunia untuk bersatu kembali dan memulai kampanye melawan Israel, berbagi apa yang sebenarnya terjadi di sana, mengekspos aktivitas teroris mereka kepada dunia. Kami tidak akan pernah tinggal diam terhadap aktivitas perang Israel,” tulis kelompok DragonForce Malaysia di akun Telegram.

 

 

Junta Militer Myanmar Bebaskan Ribuan Pemrotes

Junta Militer Myanmar membebaskan lebih dari 2.000 pengunjuk rasa anti-kudeta dari penjara di seluruh negeri pada Rabu (30/6).

Mereka yang dibebaskan termasuk wartawan lokal yang dipenjara setelah melaporkan secara kritis tindakan keras berdarah junta.

Ratusan orang berkumpul di penjara Insein, Yangon, berharap orang yang dicintai ikut dibebaskan.

Tim informasi junta mengatakan total 2.296 pengunjuk rasa telah dibebaskan dari penjara di seluruh negeri.

Bus-bus keluar dari Insein untuk membawa para tahanan ke kantor polisi setempat.

Para tahanan yang berada di dalam bus memberikan salam tiga jari, simbol protes yang populer melalui jendela.

Jurnalis Kay Zon Nway dari Myanmar Now termasuk di antara mereka yang dibebaskan dari Insein.(PH)

 

 

 

Tags